TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Wacana penggantian nama Bandara Kalimarau kembali mencuat. Kali ini, dorongan datang dari kalangan DPRD Berau yang menilai bandara sebagai pintu gerbang utama daerah layak menggunakan nama tokoh bersejarah lokal.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, mengusulkan agar Bandara Kalimarau diubah menjadi Bandara Raja Alam Sultan Alimuddin. Menurutnya, langkah tersebut bukan sekadar pergantian nama, melainkan bagian dari upaya memperkuat identitas dan penghargaan terhadap sejarah Berau.
Sutami menilai sosok Raja Alam Sultan Alimuddin memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah daerah, terutama dalam menghadapi masa penjajahan. Ia berpandangan, jasa tokoh tersebut sudah sepatutnya mendapat pengakuan yang lebih luas.
“Beliau adalah sultan kita. Namanya pun sudah banyak diabadikan sebagai nama jalan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, nama Raja Alam telah digunakan di sejumlah fasilitas publik. Di Kecamatan Batu Putih, misalnya, terdapat Jalan Raja Alam 1, 2, dan 3. Bahkan, nama tersebut juga menjadi identitas Batalyon 613 di Kampung Tembudan. Menurutnya, hal itu menunjukkan kedekatan historis antara Raja Alam dan masyarakat Berau.
Lebih jauh, Sutami menekankan bahwa bandara memiliki nilai simbolis yang kuat karena menjadi wajah pertama yang dilihat pendatang saat tiba di Berau. Oleh sebab itu, penggunaan nama tokoh lokal dinilai tepat untuk merepresentasikan jati diri daerah.
“Saya menilai bahwa pergantian nama bandara akan menjadi simbol kebanggaan sekaligus penguatan identitas daerah. Bandara itu sebagai pintu gerbang utama wilayah dinilai tepat untuk merepresentasikan tokoh lokal yang bersejarah,” jelasnya.
Sebagai pembanding, ia mencontohkan Bandara APT Pranoto di Samarinda yang menggunakan nama gubernur pertama Kalimantan Timur sebagai identitas bandara.
Menurutnya, langkah serupa dapat diterapkan di Berau dengan mengangkat nama Raja Alam Sultan Alimuddin. Selain itu, ia juga mendorong digelarnya forum ilmiah, mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional, guna memperkuat kajian sejarah sekaligus membuka peluang pengusulan gelar pahlawan nasional bagi tokoh tersebut.
“Harapan kita forum ilmiah ini dapat memperlancar proses pengusulan gelar pahlawan sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya bagi daerah dan bangsa,” kuncinya. (ADV)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim




