TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Momentum Ramadan yang identik dengan tradisi berbagi takjil dan makanan berbuka puasa kerap diiringi dengan meningkatnya potensi pemborosan pangan.
Hal ini menjadi perhatian serius Dinas Pangan Kabupaten Berau agar tidak terjadi sisa makanan berlebih yang berujung terbuang percuma.
Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengungkapkan bahwa selama bulan Ramadan, pihaknya kerap menemukan makanan yang tidak habis dikonsumsi, terutama di masjid-masjid yang menerima banyak donasi untuk berbuka puasa.
“Pada bulan Ramadan ini banyak makanan yang terbuang, seperti di masjid yang kadang donasi-donasi itu berlebih. Jadi kami harapkan donatur-donatur dapat memberikan makanan yang layak, sehingga semua terkonsumsi dan tidak bersisa,” ujarnya.
Pihaknya menyampaikan, semangat berbagi tentu patut diapresiasi. Namun, perlu ada perencanaan yang lebih matang agar jumlah makanan yang disiapkan sesuai dengan kebutuhan jamaah. Dengan begitu, distribusi makanan dapat lebih merata dan tidak menimbulkan pemborosan.
Ia menambahkan, selama bulan puasa masyarakat sebenarnya tidak membutuhkan konsumsi berlebihan. Pola makan yang sederhana dan secukupnya justru lebih dianjurkan, baik dari sisi kesehatan maupun efisiensi pangan.
“Selama bulan puasa ini, seharusnya kita bisa betul-betul mengatur makanan yang cukup. Tidak perlu juga kita makan-makanan yang berlebih, sehingga tidak terjadi sisa makanan yang menyebabkan boros pangan,” jelasnya.
Rakhmadi menekankan bahwa isu pemborosan pangan bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan kepedulian sosial dan lingkungan. Sisa makanan yang terbuang tidak hanya menyia-nyiakan rezeki, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan sampah organik.
Karena itu, Dinas Pangan Berau mengimbau para pengurus masjid, panitia kegiatan buka puasa bersama, serta para donatur agar melakukan koordinasi sebelum menyalurkan bantuan makanan. Pendataan jumlah jamaah yang akan berbuka puasa dinilai penting agar takjil dan hidangan utama dapat disiapkan sesuai kebutuhan.
Selain itu, masyarakat juga diajak untuk membiasakan pola konsumsi yang bijak, mengambil makanan secukupnya, serta menghindari sikap berlebihan saat berbuka.
“Intinya bagaimana kita bisa menjaga agar makanan yang disiapkan benar-benar termanfaatkan dengan baik. Ramadan adalah bulan penuh berkah, jadi jangan sampai ada makanan yang terbuang sia-sia,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim




