PORTALBERAU, TANJUNG REDEB – Momentum bulan suci Ramadan menjadi perhatian serius Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto.
Ia memberi atensi khusus terhadap pelayanan publik, terutama sektor air bersih, agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama bulan puasa.
Dedy mendesak Pemerintah Kabupaten Berau melalui Perumda Batiwakkal untuk memastikan distribusi air berjalan stabil tanpa gangguan. Menurutnya, lonjakan kebutuhan air saat Ramadan harus diantisipasi secara matang.
Ia menyebut, berdasarkan data yang pernah diperoleh, konsumsi air masyarakat bisa meningkat hingga 30 persen dibandingkan hari biasa.
Aktivitas rumah tangga sejak dini hari untuk sahur hingga kebutuhan ibadah membuat pasokan air bersih menjadi sangat krusial.
“Kebutuhan air saat Ramadan itu krusial. Kami minta distribusinya dipastikan lancar tanpa hambatan, karena masyarakat sangat bergantung pada air bersih untuk aktivitas harian maupun mendukung kelancaran ibadah seperti berwudhu,” tegasnya.
Selain menjamin kelancaran distribusi, Dedy juga mengajak masyarakat menggunakan air secara bijak dan hemat agar pasokan tetap merata.
Menanggapi keluhan warga terkait gangguan distribusi akibat pemeliharaan di beberapa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), ia meminta pengelola segera bergerak cepat menyelesaikan perbaikan.
DPRD, kata dia, siap melakukan pemantauan berkala untuk memastikan perawatan teknis tidak berlarut-larut.
“Informasi mengenai pengurasan di beberapa titik SPAM sudah sampai ke kami. Jika memang ada perawatan, tolong segera dituntaskan. Jangan sampai pelayanan ke masyarakat terganggu terlalu lama di saat mereka sangat membutuhkannya,” imbuhnya.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang transparan kepada warga mengenai jadwal pemeliharaan, sehingga masyarakat dapat melakukan antisipasi lebih awal.
Tak hanya soal kelancaran aliran, Dedy turut menyoroti aspek kualitas air. Mengingat curah hujan yang tinggi belakangan ini, ia mengingatkan agar proses filtrasi diperketat guna mencegah air keruh sampai ke rumah warga.
“Potensi air keruh itu tinggi karena faktor cuaca dan kondisi sungai. Jadi, filtrasi harus benar-benar maksimal agar air yang sampai ke rumah warga tetap sehat dan layak konsumsi,” pungkasnya. (Adv)





