TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau memastikan embung yang berada di Kecamatan Pulau Maratua telah selesai dibangun pada bagian kolam utama. Namun demikian, fasilitas tersebut belum dapat berfungsi maksimal karena masih terdapat kekurangan pada sistem tangkapan air menuju pintu masuk embung.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Berau, Hendra Pranata, menjelaskan bahwa secara konstruksi, kolam embung sudah tersedia dan siap menampung air. Hanya saja, optimalisasi suplai air masih perlu dilakukan agar daya tampung dapat dimanfaatkan sepenuhnya.
“Memang kolamnya sudah dibuat, tetapi masih ada kekurangan pada tangkapan air untuk pintu masuk dalam menampung air. Ini yang sedang menjadi perhatian kami,” ujar Hendra saat dikonfirmasi, Senin (23/2/26).
Ia menerangkan, embung tersebut memiliki kapasitas tampung sekitar 80 ribu meter kubik. Sementara untuk tangkapan air yang dirancang saat ini berkisar 6 ribu meter kubik. Secara perhitungan teknis, kapasitas itu dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di Kampung Payung-Payung dan Bohe Silian.
“Untuk kapasitas embung sekitar 80 ribu kubik dan tangkapan air sekitar 6 ribu kubik. Secara hitungan, itu seharusnya telah mencukupi kebutuhan air bagi warga Kampung Payung-Payung dan Bohe Silian,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui bahwa idealnya diperlukan lebih dari satu kolam atau sistem pendukung tambahan agar distribusi dan cadangan air tetap stabil, terutama saat musim kemarau.
“Memang perlu beberapa kolam untuk mendukung suplai air agar lebih stabil. Tapi untuk saat ini, kami akan fokus mengusulkan dan mengerjakan perbaikan serta penambahan pada sistem tangkapan air, supaya embung yang ada bisa berfungsi optimal,” tegasnya.
Pihaknya berkomitmen untuk segera menindaklanjuti usulan tersebut melalui perencanaan teknis dan penganggaran lanjutan. Dengan pembenahan tangkapan air, diharapkan embung di Maratua dapat segera dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
“Semoga menjadi solusi jangka panjang atas kebutuhan air bersih di wilayah pesisir dan kepulauan,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





