TANJUNG REDEB, PORTALBERAU- Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi perhatian utama DPRD Berau dalam merespons persoalan ketenagakerjaan di tengah aktivitas pertambangan yang terus berkembang di Berau.
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto menegaskan, masyarakat lokal harus disiapkan agar mampu bersaing dan memperoleh manfaat nyata dari sektor industri tersebut.
Menurutnya, salah satu tantangan utama saat ini adalah masih kalahnya tenaga kerja lokal dibandingkan tenaga dari luar daerah, terutama dari sisi keahlian teknis.
Karena itu, pemerintah daerah bersama DPRD mendorong percepatan pengoperasian Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai pusat peningkatan kompetensi masyarakat.
“Permasalahan kita sebenarnya bukan hanya lapangan kerja, tetapi kesiapan SDM. Masyarakat kita kalah bersaing karena keahlian yang dibutuhkan industri belum banyak dimiliki,” ungkapnya.
“Maka BLK ini harus benar-benar menjadi tempat pelatihan khusus, seperti mesin dan keterampilan teknis lain yang dibutuhkan perusahaan tambang,” sambungnya.
Ia menjelaskan, konsep BLK yang diinginkan adalah model pelatihan yang langsung terhubung dengan kebutuhan industri, sehingga lulusan pelatihan tidak kesulitan mencari pekerjaan.
Dirinya menginginkan pola kerja sama dapat meniru daerah lain yang telah berhasil mengintegrasikan pelatihan dengan penyerapan tenaga kerja oleh perusahaan.
“Kita ingin BLK itu bukan sekadar pelatihan, tapi ada kerja sama langsung dengan perusahaan. Jadi setelah masyarakat mendapat pengalaman dan keahlian, mereka bisa langsung ditampung bekerja,” jelasnya.
Ia menambahkan, secara infrastruktur, gedung BLK disebut sudah tersedia dan tinggal dilengkapi peralatan penunjang agar pelatihan dapat segera berjalan optimal.
“Kita mendorong percepatan pengadaan fasilitas tersebut agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat,” kuncinya. (ADV)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





