TANJUNG REDRB, PORTALBERAU – Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menyampaikan pandangannya terkait kebijakan efisiensi anggaran yang tengah berjalan. Ia menilai, dalam situasi keterbatasan fiskal, pemerintah daerah perlu menyusun strategi pembangunan yang lebih terintegrasi dan menyentuh langsung kebutuhan lingkungan masyarakat.
Menurut Sumadi, usulan perbaikan infrastruktur seperti jalan dan drainase sebaiknya tidak dilakukan secara terpisah, melainkan dalam satu paket pekerjaan berbasis lingkungan agar lebih efektif dan efisien.
“Di saat efisiensi ini kami memiliki pandangan yang berbeda, di mana jika TAPD atau DPUPR mengusulkan perbaikan jalan atau drainase dapat digunakan dengan paket sehingga lingkupnya lingkungan, seperti misalnya lingkungan Kelurahan Rinding,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, konsep paket lingkungan akan membuat pengerjaan lebih menyeluruh dalam satu kawasan, sehingga manfaatnya lebih terasa oleh masyarakat. Selain itu, pendekatan ini dinilai mampu menekan biaya administrasi dan mempercepat realisasi pekerjaan.
“Harapan kami, karena efisiensi hal ini dapat dilakukan,” tegasnya.
Tak hanya menyoroti infrastruktur, Sumadi juga mendorong kolaborasi antara DPRD, pemerintah daerah, dan perusahaan yang beroperasi di Berau, baik sektor pertambangan maupun perkebunan sawit. Ia meminta agar program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) benar-benar diarahkan untuk pemberdayaan masyarakat di kampung.
“Kami juga meminta DPRD, pemerintah, dan perusahaan baik tambang atau sawit. Misalnya CSR perusahaan dapat langsung diberikan kepada kampung. Contohnya dari 100 kampung masyarakatnya dapat memiliki kebun sendiri,” katanya.
Menurutnya, program kebun kampung berbasis CSR dapat menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Skema pendanaan tidak hanya bersumber dari CSR, tetapi juga dapat melibatkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
“Nah ini bisa menggunakan CSR atau dari Baznas. Ini juga menjadi cara penyerapan tenaga kerja. Hal ini yang dilakukan oleh kampung di pesisir Berau,” jelasnya.
Ia menambahkan, model pemberdayaan seperti ini telah terbukti mampu membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi desa, khususnya di wilayah pesisir Berau. Karena itu, ia berharap pola serupa dapat diperluas ke kampung-kampung lain.
“Di tengah efisiensi anggaran, inovasi kebijakan dan sinergi lintas sektor menjadi kunci agar pembangunan yang kita rendanakan tetap berjalan dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kuncinya. (ADV)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





