TANJUNG REDEB, PORTALBERAU-Kejaksaan Negeri Berau melalui Bidang Intelijen kembali melaksanakan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) dengan mengangkat tema edukasi kenakalan remaja.
Kegiatan tersebut menyasar sejumlah sekolah menengah atas di Tanjung Redeb, yakni SMAN 2 Tanjung Redeb, SMK Maarif Tanjung Redeb, dan SMA Negeri 5 Tanjung Redeb.
Kepala Subseksi 2 Bidang Intelijen Kejari Berau, I Putu Cintya Pradana Putra, mengatakan program JMS merupakan upaya preventif kejaksaan dalam membangun kesadaran hukum sejak usia sekolah.
Menurutnya, remaja saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan dinamika pergaulan.
“Kami kembali menggelar Jaksa Masuk Sekolah dengan tema kenakalan remaja yang sangat krusial,” ujarnya.
Dalam pemaparannya di hadapan para siswa, ia menjelaskan berbagai bentuk kenakalan remaja di era modern, mulai dari penyalahgunaan media sosial, perundungan (bullying), tawuran, hingga penyalahgunaan narkotika.
Ia menekankan bahwa tindakan tersebut tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga berdampak luas bagi keluarga dan masa depan pelaku.
“Dampaknya bukan hanya sesaat, tapi bisa memengaruhi masa depan,” tegasnya.
Selain memaparkan aspek hukum, tim Intelijen Kejari Berau juga mendorong siswa untuk mengambil peran aktif sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Remaja, kata dia, tidak boleh sekadar menjadi penonton, tetapi harus berani menolak dan mencegah perilaku menyimpang.
“Siswa harus jadi agen perubahan dan berani berkata tidak pada tindakan menyimpang,” ucapnya.
Suasana diskusi berlangsung interaktif. Para siswa tidak hanya menyimak materi, tetapi juga aktif melontarkan pertanyaan kritis seputar batasan kenakalan remaja, konsekuensi hukum, hingga langkah pencegahan yang bisa dilakukan di lingkungan sekolah.
Menurut Putu, antusiasme tersebut menjadi indikator bahwa pelajar memiliki kepedulian tinggi terhadap isu hukum. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran hukum yang kuat.
“Harapannya mereka bukan cuma pintar, tapi juga bijak dan sadar hukum sejak dini,” paparnya.
Program Jaksa Masuk Sekolah sendiri merupakan agenda rutin Kejari Berau sebagai bentuk pendekatan persuasif kepada generasi muda. Melalui edukasi langsung di sekolah, kejaksaan berupaya menekan potensi pelanggaran hukum sejak dini sekaligus menanamkan nilai tanggung jawab sosial. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim




