SEGAH, PORTALBERAU – Kepala Kampung Harapan Jaya, Ali Samsirul, menyampaikan sejumlah aspirasi penting dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Segah beberapa waktu lalu. Dalam forum tersebut, ia menyoroti tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat hingga kebutuhan mendesak pembangunan infrastruktur dasar di kampungnya.
Samsirul mengungkapkan kekecewaannya terhadap sejumlah perusahaan yang dinilai belum maksimal menjalankan tanggung jawab sosialnya, khususnya bagi masyarakat yang terdampak langsung aktivitas perusahaan.
“Kami sangat menyayangkan banyak perusahaan yang masih menutup mata. Kami berterima kasih kepada Bupati Berau yang menyampaikan CSR perusahaan harus untuk masyarakat dan ini harus dikawal agar tidak diabaikan. Apalagi perusahaan yang melintas di jalan Kampung Harapan Jaya,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan perusahaan yang beroperasi dan melintas di wilayah kampung sudah sepatutnya memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.
Selain persoalan CSR, Samsirul juga menekankan pentingnya perbaikan jalan poros Segah–Teluk Bayur yang kondisinya dinilai perlu segera dibenahi. Ia berharap perbaikan dapat direalisasikan sebelum Ramadan dan Idulfitri, mengingat mobilitas masyarakat biasanya meningkat pada momen tersebut.
“Kami kepala kampung Harapan Jaya pun berharap jalan poros Segah–Teluk Bayur dapat segera dibenahi dan diperbaiki. Terlebih menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri,” bebernya.
Di sektor pelayanan dasar, Kampung Harapan Jaya disebut telah mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp1,5 miliar untuk pembangunan pipa air bersih dan Sambungan Air Bersih Baru di tahun 2026. Namun, Samsirul menekankan pentingnya realisasi yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Itu yang kami harapkan dapat dibuktikan, karena banyak masyarakat yang telah menyambungkan air tapi tidak mengalir,” tuturnya.
“Ini yang kami keluhkan kepada Perumda Batiwakkal dan kami meminta pembuktian agar air bersih dapat dinikmati masyarakat,” sambungnya.
Tak hanya itu, ia juga mengusulkan pembangunan tempat pembuangan sampah (TPS) guna menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Saat ini, kata dia, masih banyak warga yang terpaksa membuang sampah ke sungai karena belum tersedianya fasilitas tersebut.
“Kami inging hidup bersih dan sehat. Bagaimana hal itu bisa terwujud kalau tidak ada tempat pembuangannya,” ungkapnya.
Terakhir, ia meminta perhatian terhadap perbaikan jembatan di Kampung Harapan Jaya yang masih mengalami kerusakan dan dinilai membahayakan keselamatan warga.
“Kami berharap seluruh usulan tersebut dapat menjadi prioritas pembangunan ke depan,” kuncinya. (*/).
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





