TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Upaya membentuk generasi muda yang tangguh dan berkarakter terus diperkuat melalui kegiatan Kemah Kewaspadaan Dini bagi siswa/siswi SLTA/sederajat yang digelar oleh Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Kabupaten Berau Tahun 2026.
Kegiatan tersebut resmi dibuka melalui upacara di halaman Kodim 0902/BRU, Jalan Pulau Semama, Tanjung Redeb, Jumat sore. Upacara pembukaan berlangsung khidmat dan diikuti para kadet pelajar dari berbagai sekolah menengah di Kabupaten Berau.
Kasdim 0902/BRU Mayor Inf. Biringallo dalam amanatnya menegaskan bahwa kegiatan Kemah Kewaspadaan Dini merupakan langkah strategis untuk menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Kegiatan ini menjadi upaya membentuk generasi yang memiliki ketahanan mental, intelektual, dan karakter kebangsaan yang kuat dalam menghadapi dinamika perkembangan zaman,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ancaman terhadap kedaulatan bangsa saat ini tidak hanya bersifat militer, tetapi juga merambah ke aspek nonmiliter seperti ideologi, sosial, budaya, hingga arus informasi. Karena itu, diperlukan generasi muda yang tangguh, cerdas, serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.
Melalui kegiatan tersebut, para kadet diharapkan mampu menumbuhkan kewaspadaan dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.
“Para peserta harus memiliki kepekaan terhadap potensi bahaya dan mampu menjadi mata serta telinga dalam arti positif, yaitu berkontribusi nyata menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif,” tegasnya.
Selain itu, para pelajar juga diminta menunjukkan disiplin sebagai pondasi kepemimpinan, menanamkan semangat bela negara dengan menghormati guru dan orang tua, serta menjaga kerukunan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Berau, Salim, dalam laporannya menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter dan pertahanan nonmiliter yang perlu ditanamkan sejak usia pelajar.
Menurutnya, kegiatan serupa sebelumnya telah banyak dilaksanakan di Pulau Jawa, dan kini Kalimantan Timur, khususnya Berau, mendapat kesempatan mengimplementasikannya secara berkelanjutan.
“Kegiatan ini bertujuan membangun kedisiplinan, rasa cinta tanah air, serta mendorong generasi muda memanfaatkan waktu secara positif dan mengurangi ketergantungan terhadap gadget,” jelasnya.
Ia berharap, apabila dukungan anggaran memungkinkan, program Kemah Kewaspadaan Dini dapat dilaksanakan secara rutin, bahkan ditargetkan berlangsung setiap tiga bulan sekali sebagai bentuk pembinaan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, kegiatan ini diarahkan untuk menumbuhkan karakter disiplin, nasionalisme, dan kepemimpinan pelajar, sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap potensi ancaman sosial, ideologi, dan keamanan di lingkungan masyarakat.
“Kita berharap para peserta mampu menjadi generasi penerus yang berkarakter kuat, berjiwa kebangsaan, serta siap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





