TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Kegiatan Reses I Tahun 2026 Daerah Pemilihan (Dapil) I Kecamatan Tanjung Redeb yang digelar di RT 05, Kelurahan Gunung Panjang, menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi pembangunan secara langsung kepada Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah kebutuhan prioritas lingkungan, terutama terkait pembangunan drainase yang dinilai tidak lagi mampu menampung debit air saat hujan, sehingga kerap menyebabkan banjir di kawasan permukiman.
Dedy menjelaskan bahwa usulan masyarakat tersebut menjadi perhatian utama karena telah berulang kali disampaikan dalam berbagai kesempatan.
“Prioritas di sini memang masyarakat selain meminta PJU, juga mengusulkan drainase di gang ini dibuat lebih besar karena sering terjadi banjir. Aspirasi ini sudah beberapa kali masuk kepada saya, mulai dari gang depan sampai ke bagian atas,” ungkapnya, Kamis (12/2/26).

Menurutnya, persoalan genangan air tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berpotensi merusak infrastruktur lingkungan jika tidak segera ditangani secara menyeluruh.
Karena itu, pihaknya akan memperjuangkan usulan tersebut agar dapat direalisasikan melalui skema Anggaran Belanja Tambahan (ABT) atau dialokasikan pada program pembangunan tahun 2027.
“Mudah-mudahan nanti di ABT atau di 2027 bisa kita bantu. Insyaallah akan saya perjuangkan supaya masyarakat di sini tidak lagi kebanjiran, sekaligus dengan pemasangan PJU,” tegasnya.
Selain drainase, warga juga mengusulkan penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU) untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan, terutama pada malam hari. Minimnya penerangan dinilai rawan terhadap aktivitas kriminalitas serta menyulitkan mobilitas warga.
Kegiatan reses yang berlangsung dialogis tersebut menjadi sarana penting bagi legislatif untuk memastikan program pembangunan benar-benar berbasis kebutuhan riil masyarakat, bukan semata perencanaan administratif.
Sebagai wilayah yang berada di pusat Tanjung Redeb, Kelurahan Gunung Panjang mengalami pertumbuhan permukiman yang cukup pesat. Kondisi ini menuntut penyesuaian infrastruktur dasar, terutama sistem drainase dan penerangan kawasan.
Dedy menegaskan, hasil reses akan menjadi bahan pokok dalam penyusunan dan pengawalan program pembangunan daerah di Kabupaten Berau agar lebih tepat sasaran.
“Reses ini bukan sekadar agenda rutin, tapi komitmen kami untuk hadir, mendengar, dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi akan kita kawal agar bisa direalisasikan sesuai prioritas,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





