TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau terus mendorong pembangunan pos pemadam kebakaran (Damkar) permanen di Kecamatan Teluk Bayur. Selama ini, operasional Damkar setempat masih menumpang di Pendopo Teluk Bayur dengan fasilitas terbatas.
Kepala BPBD Berau, Masyhadi Muhdi, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Bahkan, mobil pemadam kebakaran terpaksa diparkir di halaman pendopo karena belum memiliki garasi dan kantor sendiri.
“Selama lima tahun kami telah memakai ruangan di Pendopo Teluk Bayur ini dengan mobil damkar terparkir di halamannya,” ujarnya pada Musrenbang Kecamatan Teluk Bayur (7/2/26) lalu.
Menurutnya, upaya pembangunan pos Damkar sebenarnya sudah dirintis sejak beberapa tahun lalu. Dua tahun lalu, BPBD sempat berencana membangun pos di eks Kantor Kelurahan Teluk Bayur. Namun rencana itu batal karena bangunan tersebut akan dimanfaatkan pihak kecamatan.
“Dua tahun lalu kita pernah ingin bangun di eks kantor kelurahan, namun kata pihak kecamatan bangunan itu ingin digunakan,” jelasnya.
BPBD kemudian mengusulkan lokasi lain yang dinilai lebih strategis. Proses administrasi dan pengecekan lapangan telah dilakukan. Namun hingga kini lahan tersebut belum dapat digunakan karena belum dibebaskan dan diserahkan sebagai aset daerah.
“Selanjutnya kami usulkan dibangun di lahan lain, sudah kami urus dan ceklok. Tapi lahan itu belum dibebaskan dan diserahkan di aset, karena berada di wewenang DPUPR,” terangnya.
Masyhadi menegaskan, keberadaan pos Damkar permanen di Teluk Bayur sangat mendesak. Lokasi yang direncanakan berada di pertengahan Teluk Bayur sehingga memudahkan akses menuju Kelurahan Rinding, Kampung Pegat Bukur dan wilayah sekitarnya.
“Pos Damkar Teluk Bayur ini perlu untuk dibangun dan dapat terbangun di pertengahan Teluk Bayur sehingga akses ke Kelurahan Rinding, Kampung Pegat Bukur dan seterusnya dapat mudah,” tegasnya.
Ia pun berharap pembangunan dapat segera terealisasi agar penanggulangan kebakaran lebih cepat dan optimal. Selain itu, pihaknya juga prihatin terhadap kondisi personel Damkar yang kerap terganggu aktivitasnya ketika pendopo digunakan untuk kegiatan kecamatan.
“Kami juga mengharapkan pos damkar ini cepat dibangun sehingga penanggulangan ketika ada bencana kebakaran di Teluk Bayur dapat segera diatasi,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim




