TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Tahapan persiapan keberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Berau terus dimatangkan. Kementerian Agama (Kemenag) Berau bersama ratusan calon jemaah haji (Calhaj) mengikuti bimbingan manasik haji nasional yang digelar secara virtual oleh Kemenag Pusat di Aula Kemenag Berau.
Kasubag Tata Usaha Kemenag Berau, Hindun Nahdiani, menyampaikan, jumlah calon jemaah haji Berau yang akan berangkat pada musim haji tahun ini sebanyak 212 orang, termasuk satu orang Pendamping Haji Daerah (PHD). Para jemaah berasal dari berbagai kecamatan dengan rentang usia yang beragam.
Ia menjelaskan, jemaah termuda tercatat lahir pada tahun 2002, sedangkan yang tertua lahir pada 1945. Dari total tersebut terdapat empat jemaah lanjut usia (lansia), dua di antaranya menggunakan pendamping, sementara dua lainnya dinilai masih mampu menjalankan ibadah secara mandiri.
“Jadi tahun ini ada 212 orang calon jemaah haji Berau yang akan berangkat, termasuk satu orang PHD,” ungkap Hindun.
Lanjutnya, untuk mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dalam satu kelompok terbang (kloter) terdiri dari empat orang, yakni satu ketua kloter, satu pembimbing ibadah, serta dua tenaga kesehatan yang meliputi dokter dan perawat.
“Dalam satu kloter jumlah jemaah sekitar 356 orang. Petugas yang disiapkan sudah disesuaikan dengan kebutuhan untuk mendampingi jemaah selama pelaksanaan ibadah,” jelasnya.
Hindun menyebut, rangkaian manasik di tingkat kecamatan telah selesai dilaksanakan. Kegiatan tersebut dipusatkan di Tanjung Redeb serta di Kecamatan Sambaliung untuk jemaah dari wilayah lainnya.
Selanjutnya, Kemenag Berau menjadwalkan manasik haji tingkat kabupaten pada 16 Februari mendatang sebagai tahap akhir pembekalan sebelum keberangkatan.
Selain itu, calon jemaah juga akan mengikuti vaksinasi meningitis yang direncanakan setelah Lebaran 2026. Pelaksanaan vaksinasi akan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Berau, dengan jadwal menunggu informasi lebih lanjut.
Untuk jadwal keberangkatan, jemaah haji Berau direncanakan mulai bergerak menuju Embarkasi Balikpapan pada 15 Mei, kemudian melanjutkan penerbangan ke Jeddah pada 16 Mei.
Keberangkatan tahun ini kata dia, menggunakan penerbangan reguler, bukan carter, dan kemungkinan perjalanan menuju Balikpapan dilakukan dalam dua kali penerbangan.
Sementara itu, kepulangan jemaah dijadwalkan tiba kembali di Balikpapan pada 27 Juni mendatang.
Hindun berharap seluruh jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lancar dan kembali ke daerah sebagai haji yang mabrur. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan serta menyiapkan fisik dan mental sebelum berangkat.
“Bekal yang paling baik adalah bekal takwa. Bacaan ibadah harus dipelajari dengan sungguh-sungguh dan manasiknya juga harus diikuti dengan benar,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





