SAMBALIUNG, PORTALBERAU – Kepala Kampung Pesayan, Rahmansyah, tidak menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Sambaliung yang dilaksanakan pada Sabtu (7/2/26) kemarin.
Ketidakhadiran tersebut bukan tanpa alasan. Rahmansyah mengaku kecewa terhadap realisasi usulan prioritas pembangunan kampung yang disampaikan pada Musrenbang tahun sebelumnya namun hingga kini belum terealisasi.
Rahmansyah menjelaskan, pada Musrenbang tahun 2025 lalu, pihaknya telah menyampaikan usulan prioritas berupa peningkatan jalan lanjutan berupa pengaspalan di Kampung Pesayan. Apalagi usulan pihaknya ini telah dilakukan sejak tahun 2018.
“Dari Mantan Bupati Almarhum pak Muharram Masih menjabat waktu itu sudah menyampikan juga akan di tuntas kan maksudnya sisa Jalan yang belum di Aspal dalam pemukiman,” ujar Rahmansyah saat dikonfirmasi, Senin (9/2/26).
Usulan tersebut, kata dia, sempat mendapat tanggapan langsung dari perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), lantaran Kepala Dinas PUPR saat itu juga tidak hadir.
“Waktu Musrenbang tahun 2025, saya menyampaikan langsung usulan prioritas peningkatan jalan (aspal lanjutan). Usulan itu ditanggapi oleh perwakilan Dinas PUPR karena Kadis DPUPR juga tidak hadir saat itu,” katanya.
Menurut Rahmansyah, dalam forum Musrenbang tersebut, perwakilan Dinas PUPR menyampaikan bahwa usulan yang diajukan telah masuk dalam perencanaan dan akan direalisasikan pada tahun 2025 dengan besaran anggaran mencapai Rp9,5 miliar.
“DPUPR menyampaikan bahwa usulan saya itu masuk dan akan terealisasi tahun 2025 dengan anggaran sekitar Rp9,5 miliar. Pernyataan itu disampaikan langsung di forum resmi Musrenbang,” jelasnya.
Namun hingga memasuki tahun 2026, Rahmansyah menyebutkan bahwa proyek peningkatan jalan yang dimaksud belum juga terealisasi. Kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan mendalam, sehingga dirinya memilih untuk tidak mengikuti Musrenbang Kecamatan Sambaliung tahun ini.
“Kekecewaan itulah yang membuat saya tidak ikut Musrenbang tahun 2026 ini. Kalau dari awal tidak disampaikan soal besaran anggaran dan kepastian tahun realisasi, mungkin saya tidak terlalu kecewa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pihaknya juga telah berupaya menindaklanjuti persoalan tersebut dengan mendatangi Dinas PU PR dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil karena dirinya beberapa kali tidak berhasil bertemu dengan pejabat terkait.
“Saya sudah tindak lanjuti ke PU dan ke Bappeda, bertemu pimpinannya, tapi beberapa kali saya tidak ketemu. Alasannya staf sedang keluar,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





