TELUK BAYUR, PORTALBERAU – Kecamatan Teluk Bayur mengajukan 525 usulan program pembangunan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tahun 2026 sebagai bahan penyusunan RKPD Kabupaten Berau Tahun 2027. Forum perencanaan ini melibatkan digelar di Pendopo Kecamatan Teluk Bayur, Sabtu (7/2/26).
Musrenbang tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, dan menjadi ruang strategis bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan di wilayahnya masing-masing.
Adapun rincian 525 usulan program yang dihimpun dalam Musrenbang Kecamatan Teluk Bayur adalah Kelurahan Rinding 190, Kelurahan Teluk Bayur 131, Kampung Labanan Jaya 28, Kampung Tumbit Melayu 36, Kampung Labanan Makarti 41, dan Kampung Labanan Makmur 99 usulan.
Camat Teluk Bayur, Edi Baskoro, menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda rutin, melainkan instrumen penting untuk memastikan aspirasi masyarakat terserap secara langsung dan diterjemahkan menjadi program pembangunan yang tepat sasaran.
Ia menjelaskan, Teluk Bayur memiliki nilai historis yang kuat dan saat ini terus diarahkan menjadi kawasan wisata sejarah unggulan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Sejumlah langkah telah dan akan dilakukan, mulai dari pembangunan gapura kawasan kota tua, penataan kawasan bersejarah, rekonstruksi museum batu bara, hingga pembentukan tim pengelola wisata kota tua.
“Pengembangan kawasan kota tua tidak hanya untuk menjaga sejarah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan Pendapatan Asli Kampung,” jelasnya.
Selain sektor pariwisata, pihak kecamatan juga mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan Pusat UMKM serta produk unggulan lokal, seperti batik Labanan Makmur, rumah coklat, dan berbagai kerajinan khas masyarakat setempat.
“Wisata dan UMKM harus berjalan beriringan. Ketika kunjungan meningkat, produk lokal ikut bergerak,” ujarnya.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini tengah fokus melakukan transformasi pembangunan, dengan menitikberatkan pada sektor pariwisata berkelanjutan, ekonomi kreatif, serta pemanfaatan sumber daya alam secara bijak.
Menurutnya, Teluk Bayur sebagai kawasan perkotaan memiliki potensi besar, baik dari sisi sejarah, perikanan, hingga kreativitas masyarakat. Pemerintah daerah pun berkomitmen memberikan dukungan nyata, termasuk pembangunan dan pengembangan fasilitas wisata perkotaan.
“Lanjutan pembangunan gedung bioskop dan penyediaan spot swafoto kami dorong sebagai bagian dari penguatan destinasi wisata kota,” ungkapnya.
Di bidang infrastruktur, program yang diusulkan dan dijalankan mencakup revitalisasi saluran pembuang di kawasan Labanan Jaya, normalisasi saluran di beberapa kampung, peningkatan dan perbaikan jalan di Kelurahan Rinding, serta pembangunan jalan usaha tani di sejumlah wilayah.
Selanjutnya pada sektor pertanian, Pemkab Berau menyalurkan bantuan berupa benih jagung dan alat pertanian untuk meningkatkan produktivitas masyarakat.
Sementara di sektor perikanan, bantuan yang diberikan meliputi perahu dan mesin ketinting, sarana budidaya kolam terpal, serta fasilitas pengolahan hasil perikanan guna meningkatkan nilai tambah produk.
Sementara itu, pada sektor pendidikan pemerintah melanjutkan pembangunan ruang kelas baru (RKB) di sejumlah sekolah, di antaranya SDN 003 Teluk Bayur, SDN 001 Labanan Makmur, SMPN 1 Teluk Bayur, dan SMPN 3 Tumbit Melayu, serta melakukan rehabilitasi beberapa ruang kelas sekolah dasar.
Bupati pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dan sinergi demi mewujudkan pembangunan Teluk Bayur yang berkelanjutan.
“Dengan kebersamaan, kita bisa membangun kelurahan dan kampung yang mandiri, berprestasi, dan sejahtera,” tegasnya.
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





