TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Pengurus Masjid Agung Baitul Hikmah mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Pasar Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi yang rutin digelar setiap tahun di halaman masjid.
Kegiatan ini kembali menjadi bagian dari upaya menyambut bulan suci Ramadan sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Ditemui di ruang kerjanya, Ketua Pengurus Masjid Agung Baitul Hikmah, Kafrawi, mengatakan Pasar Ramadan tetap menjadi agenda tahunan yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan jual beli, tetapi juga sebagai sarana memakmurkan masjid melalui kegiatan sosial dan ekonomi umat.
“Pasar Ramadan ini sudah menjadi tradisi tahunan. Selain membantu pelaku usaha kecil, juga menjadi bagian dari syiar dan kebersamaan dalam menyambut bulan suci,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, hingga saat ini jumlah pemohon tenda tunggal yang telah terdata sebanyak 15 pedagang. Sementara itu, tenda dengan fasilitas meja yang disiapkan panitia mencapai 42 meja.

Lanjutnya, untuk mengakomodir tingginya minat pedagang, panitia juga menambah sembilan unit tenda tambahan yang saat ini masih dalam perjalanan dari Surabaya menuju Berau.
“Dengan tambahan tenda tersebut, kuota tenda bagi pelaku UMKM sudah dinyatakan penuh. Namun untuk Pedagang Kaki Lima (PKL), pendaftaran masih kami buka sementara,” jelasnya.
Pada tahun ini, terdapat penyesuaian biaya sewa lapak. Untuk tenda tunggal, biaya sewa ditetapkan sebesar Rp2,5 juta selama Ramadan. Sedangkan tenda yang menggunakan meja dikenakan biaya Rp1,25 juta. Seluruh biaya tersebut berlaku selama 27 hari pelaksanaan pasar Ramadan. Setelah itu, halaman masjid akan dikosongkan tiga hari sebelum Hari Raya Idulfitri.
Kafrawi mengatakan, antusiasme pedagang untuk berpartisipasi di Pasar Ramadan Masjid Agung Baitul Hikmah masih tergolong tinggi, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, sebagian besar pedagang yang mendaftar merupakan pedagang lama yang sudah rutin berjualan setiap Ramadan.
“Sampai hari ini, jumlah PKL yang mendaftar sudah mencapai 71 pedagang, dengan biaya kontribusi sebesar Rp500 ribu selama Ramadan,” ujarnya.
Selain itu, pengurus masjid juga menyiapkan tenda khusus bagi UMKM binaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Sebanyak 10 UMKM binaan Baznas dijadwalkan ikut meramaikan pasar Ramadan dan akan menempati dua tenda memanjang yang disiapkan secara khusus.
Untuk teknis pelaksanaan, pembangunan tenda Pasar Ramadan direncanakan mulai dilakukan pada 6 atau 7 Februari 2026. Seluruh tenda ditargetkan sudah berdiri sebelum 14 Februari 2026, sambil menunggu pengumuman resmi awal Ramadan dari Kementerian Agama (Kemenag).
“Sebelum 14 Februari kami sudah mulai membangun tenda, supaya ketika jadwal puasa ditetapkan, semua sudah siap,” katanya.
Ia menyebut, pada 14 Februari mendatang, pihak masjid juga akan mengumpulkan seluruh pedagang untuk diberikan pengarahan, khususnya terkait pengolahan kuliner dan keamanan pangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan makanan dan minuman yang dijual untuk berbuka puasa aman dan layak dikonsumsi.
“Kami ingin sejak awal pedagang sudah mendapatkan pemahaman tentang keamanan pangan, bahan berbahaya, penggunaan pewarna, serta kehalalan produk,” tegas Kafrawi.
Ia mengakui, selama ini pengawasan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) biasanya baru berjalan di pertengahan Ramadan. Oleh karena itu, pihak masjid berinisiatif memberikan pembekalan lebih awal, terutama karena pengawasan yang kurang terkontrol kerap terjadi pada lapak PKL.
Sebagai bentuk perlindungan bagi para pedagang, pengurus Masjid Agung Baitul Hikmah juga kembali mendaftarkan para PKL ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Penjaminan tersebut sepenuhnya difasilitasi oleh pihak masjid dan rutin dilakukan setiap tahun.
“Kami pernah mengalami kejadian kecelakaan terhadap pedagang saat berbelanja bahan pangan. Dari situ kami belajar bahwa perlindungan pedagang juga sangat penting,” tuturnya.
Lebih lanjut, Kafrawi menegaskan bahwa tujuan utama penyelenggaraan Pasar Ramadan bukan semata-mata aktivitas ekonomi, melainkan juga untuk memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.
“Sering kali para pedagang juga ikut berbagi, menyumbangkan takjil untuk jamaah. Ini yang kami harapkan, suasana Ramadan yang penuh kebersamaan dan keberkahan,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





