BIATAN, PORTALBERAU– Pemkab Berau terus mendorong percepatan pembangunan di Kecamatan Biatan melalui berbagai program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat memberikan sambutan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Biatan Tahun 2026, Rabu (4/2/26).
Sri menyampaikan, potensi besar yang dimiliki Kecamatan Biatan harus dikelola secara optimal dan berkelanjutan.
Untuk itu, kata dia, pada tahun 2026 Pemkab Berau telah menyiapkan sejumlah program pembangunan fisik maupun nonfisik yang tersebar di delapan kampung.
Lanjutnya, di sektor infrastruktur, Pemkab Berau akan melaksanakan peningkatan jalan menuju objek wisata Tudai di Kampung Karangan, lanjutan peningkatan jalan poros Kampung Biatan Baru, serta peningkatan jalan usaha tani dan perkebunan di Kampung Biatan Ilir dan sekitarnya.
“Selain itu, juga akan dilanjutkan peningkatan dan perluasan SPAM Biatan Lempake, pembangunan dan peningkatan drainase di Kampung Manunggal Jaya serta Biatan Lempake,” ujarnya.
Ia menyebut, untuk mendukung sektor pertanian dan peternakan, pemerintah daerah menyiapkan hibah pupuk, bantuan benih jagung dan cabai, serta bantuan bibit ternak sapi dan kambing bagi masyarakat.
Selain ini, Sri menyampaikan, di bidang pendidikan, Pemkab Berau mengalokasikan pembangunan ruang belajar dan rehabilitasi sekolah, di antaranya pembangunan ruang guru (RDG) SDN 001 Manunggal Jaya dan Bukit Makmur Jaya, pembangunan ruang kelas baru (RKB) SDN 001 Biatan Ilir, RDG SMPN 2 Biatan Ilir, serta rehabilitasi ruang kelas. Selain itu, juga dilaksanakan program pemberdayaan sosial dan perlindungan jaminan sosial bagi masyarakat rentan.
Dalam kesempatannya tersebut juga, Bupati Sri menegaskan bahwa Kabupaten Berau merupakan surga pariwisata dengan potensi alam yang tersebar di 13 kecamatan dan 100 kampung, termasuk Kecamatan Biatan.
Ia menyebut, pada tahun 2026 Berau berhasil meraih Anugerah Arindama Keberhasilan Pembangunan Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, salah satunya berkat keberadaan objek wisata unggulan Air Panas Asin Pemapak di Kecamatan Biatan.
“Potensi pariwisata ini harus dimaksimalkan dengan lebih serius. Apalagi di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, kita dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam meningkatkan Pendapatan Asli Kampung (PAK), tanpa hanya bergantung pada ADK dan bantuan keuangan lainnya,” tegasnya.
Meski demikian, Sri mengingatkan seluruh perangkat kampung agar bekerja dengan penuh kehati-hatian, menjunjung tinggi integritas, serta menghindari praktik korupsi. Menurutnya, jabatan adalah amanah yang tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan hukum, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Dirinya mengungkapkan, saat ini, dari delapan kampung di Kecamatan Biatan, empat kampung berstatus maju, yakni Biatan Ilir, Biatan Lempake, Manunggal Jaya, dan Biatan Bapinang.
Sementara empat kampung lainnya masih berstatus berkembang, yaitu Biatan Ulu, Karangan, Biatan Baru, dan Bukit Makmur Jaya. Belum ada kampung yang berstatus mandiri.
“Oleh karena itu, saya mendorong seluruh perangkat kampung, OPD, pihak swasta, dan masyarakat untuk bersinergi mewujudkan kampung mandiri dan sejahtera di Kecamatan Biatan,” ungkapnya.
Sri juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Camat Biatan serta seluruh kepala kampung se-Kecamatan Biatan atas dedikasi dan kerja keras dalam menjalankan pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan, dan pembinaan kemasyarakatan. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





