TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Upaya menghidupkan kembali Persatuan OSIS Berau (PORA) didorong sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pelajar dalam menghadapi tantangan era modern.
Organisasi lintas sekolah ini dinilai memiliki potensi besar sebagai wadah pengembangan keterampilan abad ke-21 bagi generasi muda di Kabupaten Berau.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur Wilayah VI Berau, Ahmadong, menegaskan bahwa PORA sejatinya memiliki peran penting dalam mendukung pembentukan karakter serta kompetensi pelajar.
Menurutnya, organisasi tersebut dapat menjadi ruang belajar bersama antar sekolah, tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga pada penguatan kapasitas diri siswa.
“PORA bisa menjadi wadah strategis bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan yang sangat dibutuhkan di abad sekarang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah kompetensi utama yang relevan untuk dikembangkan melalui PORA antara lain kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas.
Lanjutnya, kompetensi tersebut dinilai tidak cukup hanya diperoleh melalui pembelajaran formal di ruang kelas.
“Kemampuan itu penting di abad sekarang dan harus mulai dilatih sejak sekolah,” katanya.
Ahmadong menilai, organisasi pelajar seperti PORA dapat menjadi ruang yang mendorong siswa untuk aktif berdiskusi, bekerja sama, serta berani menyampaikan gagasan. Dalam konteks ini, PORA dipandang tepat sebagai sarana pengembangan soft skill yang akan berguna bagi masa depan pelajar.
Ia berharap, kepengurusan PORA yang akan dibentuk nantinya dapat menjalin komunikasi yang intensif dengan kepala sekolah di masing-masing satuan pendidikan. Dukungan dari pihak sekolah dinilai krusial agar organisasi ini dapat kembali aktif dan berkelanjutan.
“Harapan kami, ini bisa disampaikan ke kepala sekolah agar PORA dapat dibentuk kembali dan berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ahmadong menyebutkan bahwa melalui PORA, pelajar dari berbagai sekolah dapat saling berbagi praktik baik atau best practice. Kendala yang dihadapi OSIS di satu sekolah, lanjutnya, dapat dikomunikasikan dan dicarikan solusi bersama melalui jejaring organisasi tersebut.
“Kalau ada kendala, bisa dikomunikasikan dan belajar bersama,” ucapnya.
Ia juga menekankan bahwa setiap sekolah memiliki keunggulan dan karakteristik masing-masing. Dengan adanya PORA, keunggulan tersebut dapat saling melengkapi dan dikembangkan secara kolektif. Interaksi lintas sekolah diyakini akan memperluas wawasan pelajar sekaligus menumbuhkan semangat kolaborasi sejak dini.
Dirinya menambahkan, keberadaan PORA tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan internal siswa, tetapi juga berpotensi besar dalam membentuk kepemimpinan, jejaring, serta kesiapan pelajar menghadapi dinamika masa depan.
“Organisasi seperti ini sangat membantu untuk ke depan,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





