TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Dampak perubahan iklim yang semakin terasa secara nasional turut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Berau, khususnya di sektor perkebunan.
Melalui Dinas Perkebunan, Pemkab Berau mulai memperkuat strategi adaptasi guna menjaga produktivitas dan keberlanjutan usaha perkebunan masyarakat.
Dalam kesempatannya, Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini, mengatakan bahwa perubahan pola cuaca, seperti curah hujan tidak menentu dan suhu ekstrem, berpengaruh langsung terhadap produktivitas komoditas perkebunan di daerah.
“Isu perubahan iklim ini bukan hanya nasional, tapi juga sudah kita rasakan di Berau. Karena itu, sektor perkebunan harus kita siapkan agar tetap bertahan dan produktif,” ungkap Lita.
Menurutnya, adaptasi kebijakan nasional terkait ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan diterjemahkan di daerah melalui penguatan pendampingan teknis kepada petani perkebunan, termasuk pola tanam yang lebih adaptif serta pengelolaan lahan yang ramah lingkungan.
“Kami mendorong petani agar mulai menyesuaikan pola budidaya dengan kondisi cuaca. Pendampingan teknis terus kami lakukan agar petani tidak dirugikan,” jelasnya.
Selain itu, Dinas Perkebunan Berau juga mendorong diversifikasi komoditas sebagai langkah antisipasi risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem.
Upaya ini kata dia, sejalan dengan kebijakan nasional yang menekankan ketahanan sektor pertanian dan perkebunan di tengah perubahan iklim global.
“Diversifikasi komoditas penting agar petani tidak bergantung pada satu jenis tanaman saja. Ini bagian dari upaya menjaga ketahanan ekonomi masyarakat,” katanya.
Lita menuturkan, pihaknya juga memperkuat koordinasi dengan instansi terkait dan kelompok tani perkebunan untuk memantau kondisi lapangan secara berkala, sekaligus menyiapkan langkah cepat jika terjadi gangguan produksi.
“Kami ingin sektor perkebunan di Berau tetap menjadi penopang ekonomi masyarakat, meski menghadapi tantangan iklim,” tegasnya.
Lita berharap sektor perkebunan di Kabupaten Berau mampu tumbuh secara berkelanjutan, menjaga keseimbangan lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan petani di tengah dinamika perubahan iklim. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim




