TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Berau pada Agustus 2025 tercatat sebesar 4,40 persen. Angka ini menunjukkan adanya perbaikan kondisi ketenagakerjaan dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Berau, TPT Berau mengalami penurunan sebesar 0,75 persen poin dibandingkan Agustus 2024 yang berada di angka 5,15 persen.
Kepala BPS Berau, Yudi Wahyudin, mengatakan penurunan TPT tersebut mencerminkan semakin membaiknya penyerapan tenaga kerja di Berau.
“Penurunan TPT dari 5,15 persen menjadi 4,40 persen menunjukkan bahwa semakin banyak angkatan kerja yang berhasil terserap di pasar kerja,” ujarnya, Rabu (21/1/26).
Ia menjelaskan, TPT merupakan indikator penting untuk melihat kondisi pasar kerja di suatu wilayah. Dengan TPT sebesar 4,40 persen, artinya dari setiap 100 orang angkatan kerja di Berau, terdapat sekitar empat orang yang masih menganggur.
“Secara umum, kondisi ini tergolong baik dan menunjukkan tren positif,” terangnya.
Jika dibandingkan dengan wilayah yang lebih luas, TPT Berau juga tercatat lebih rendah. Data Sakernas Agustus 2025 menunjukkan TPT Provinsi Kalimantan Timur sebesar 5,18 persen, sementara TPT nasional berada di angka 4,85 persen.
“Dibandingkan dengan provinsi dan nasional, TPT Berau berada di bawah rata-rata, sehingga bisa dikatakan relatif rendah,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, secara regional di Kalimantan Timur, Kabupaten Berau juga masuk dalam tiga daerah dengan TPT terendah. Berdasarkan data BPS, Mahakam Ulu menjadi kabupaten dengan TPT terendah yakni 2,84 persen, disusul Penajam Paser Utara (PPU) sebesar 4,26 persen, kemudian Berau di posisi berikutnya dengan 4,40 persen.
“Capaian ini menempatkan Berau sebagai salah satu daerah dengan kinerja ketenagakerjaan yang cukup baik di Kalimantan Timur,” katanya.
Menurutnya, penurunan pengangguran di Berau tidak terlepas dari peran berbagai sektor ekonomi yang masih aktif menyerap tenaga kerja, seperti pertambangan, perkebunan, perdagangan, jasa, dan pariwisata. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan tetap ada, terutama dalam menghadapi dinamika ekonomi dan perubahan kebutuhan tenaga kerja.
“Ke depan, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan peningkatan keterampilan tetap menjadi kunci agar penyerapan tenaga kerja dapat terus meningkat,” jelasnya.
BPS Berau, lanjut Yudi, akan terus memantau perkembangan indikator ketenagakerjaan melalui Survei Angkatan Kerja Nasional sebagai bahan evaluasi dan perencanaan kebijakan pembangunan daerah.
“Data ini diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





