TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) memastikan pelaksanaan job fair tetap berjalan pada tahun 2026.
Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah daerah tidak memengaruhi program strategis tersebut, karena dampaknya hanya dirasakan pada pos perjalanan dinas narasumber.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Berau, Zulkifli Azhari, menegaskan bahwa job fair merupakan agenda penting dalam upaya menekan angka pengangguran dan meningkatkan serapan tenaga kerja lokal. Oleh karena itu, kegiatan tersebut tetap menjadi prioritas meskipun terdapat penyesuaian anggaran.
“Job fair tetap jalan di tahun 2026. Efisiensi anggaran ini hanya berdampak pada perjalanan dinas narasumber saja, bukan pada substansi kegiatan,” ujarnya, Rabu (21/1/26).
Menurutnya, keterbatasan anggaran justru menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan industri. Disnakertrans Berau mendorong perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Berau untuk memberikan kontribusi lebih besar dalam pelaksanaan job fair mendatang.
“Justru kami meminta kontribusi perusahaan dalam pelaksanaan job fair dan harus lebih besar dari sebelumnya,” tegasnya.
Zulkifli menjelaskan, keterlibatan aktif perusahaan tidak hanya dalam bentuk partisipasi membuka stan, tetapi juga komitmen nyata dalam menyediakan lowongan kerja yang sesuai dengan kebutuhan dan kompetensi tenaga kerja lokal. Dengan demikian, job fair tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Hal ini kami lakukan untuk mendapatkan serapan tenaga kerja lokal yang lebih besar. Perusahaan yang beroperasi di Berau juga harus ikut bertanggung jawab terhadap penyerapan tenaga kerja daerah,” jelasnya.
Ia menambahkan, Disnakertrans Berau selama ini terus melakukan pembenahan dalam pelaksanaan job fair, mulai dari pendataan pencari kerja, pemetaan kebutuhan tenaga kerja perusahaan, hingga penyesuaian kompetensi melalui pelatihan kerja. Upaya tersebut diharapkan mampu mempertemukan kebutuhan industri dengan kemampuan tenaga kerja lokal secara lebih efektif.
Zulkifli juga berharap perusahaan tidak hanya mencari tenaga kerja siap pakai, tetapi bersedia berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia lokal. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci utama dalam menekan angka pengangguran di daerah.
“Kami ingin job fair benar-benar menjadi solusi. Bukan hanya banyak pengunjung, tetapi juga banyak yang langsung terserap bekerja,” tuturnya.
Ke depan, Disnakertrans Berau menargetkan pelaksanaan job fair yang lebih berkualitas, dengan jumlah perusahaan peserta yang meningkat serta lowongan kerja yang lebih beragam.
“Dukungan penuh dari perusahaan, diharapkan target peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal dapat tercapai secara optimal pada 2026” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





