TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Berau memberikan perhatian khusus kepada pemerintah kampung agar pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kampung benar-benar dimanfaatkan sebagai sarana menyerap aspirasi masyarakat.
Musrenbang kampung yang saat ini tengah berjalan dinilai menjadi pintu awal dalam menentukan arah pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan riil warga di masing-masing kampung.
Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu, menegaskan bahwa pemerintah kampung diminta untuk fokus mengusulkan kebutuhan mendasar yang bersifat prioritas. Menurutnya, setiap usulan harus disesuaikan dengan kondisi, potensi, serta kewenangan kampung.
“Pokoknya usulkan kebutuhan mendasar kampung yang skala prioritas,” ujar Tenteram.
Ia juga menyampaikan optimisme terhadap kondisi keuangan daerah ke depan. Meski demikian, Tenteram berharap pemerintah kampung tetap menyusun perencanaan pembangunan secara matang, khususnya bagi kampung-kampung yang memiliki potensi pariwisata.
“Kampung yang potensial pariwisata perlu mengusulkan pendukungan sarana dan prasarana. Ini penting sebagai langkah awal menyiapkan kawasan wisata sekaligus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Kampung (PAK),” terangnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kebutuhan yang menjadi kewenangan kampung pada dasarnya telah dipahami melalui forum musyawarah. Terdapat empat bidang yang dapat dibiayai melalui Alokasi Dana Kampung (ADK) maupun Dana Desa (DD), yakni bidang pemerintahan, pembinaan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Kalau itu kewenangan kampung, silakan dimaksimalkan melalui ADK dan DD,” jelasnya.
Sementara untuk kebutuhan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, Musrenbang kampung tetap menjadi ruang penting bagi masyarakat dan pemerintah kampung untuk menyampaikan aspirasi.
Kebutuhan dasar warga serta dukungan terhadap pengembangan potensi ekonomi, pariwisata, dan sektor lainnya dapat diusulkan untuk ditindaklanjuti oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Kalau kewenangan kabupaten, tentu untuk kebutuhan dasar dan mendukung peningkatan potensi,” katanya.
Tenteram juga menyinggung bahwa sejumlah kampung di Berau telah menunjukkan capaian Pendapatan Asli Kampung yang cukup baik, khususnya dari sektor pariwisata dan pertanian.
Ia mendorong kampung lain agar tidak ragu mengusulkan program serupa melalui mekanisme Musrenbang dan berkoordinasi dengan OPD teknis.
“Beberapa kampung sudah baik PAK-nya. Kampung lain silakan mengusulkan,” ujarnya.
Khusus kampung yang memiliki potensi wisata, DPMK Berau mengingatkan agar usulan pembangunan tidak hanya terfokus pada infrastruktur jalan.
Menurutnya, ketersediaan air bersih, penataan permukiman, hingga pengelolaan sampah menjadi faktor penting dalam mendukung kesiapan destinasi wisata. Selain itu, pendampingan ekonomi kreatif berbasis produk unggulan kampung juga dinilai sangat penting.
“Yang tidak kalah penting adalah pendampingan ekonomi kreatif untuk produk unggulan kampung,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





