GUNUNG TABUR, PORTALBERAU– Setelah sempat vakum, Pasar Barambang kembali akan digelar di Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau.
Kehadiran kembali pasar berbasis budaya ini disambut antusias masyarakat dan pelaku UMKM, sekaligus menjadi upaya menghidupkan kembali ruang ekonomi kreatif dan pelestarian budaya lokal di kawasan Tepian Gunta.
Dalam kesempatannya, Ketua Kepengurusan Pasar Barambang, Anang Saprani, mengatakan bahwa kembalinya Pasar Barambang merupakan hasil kesepakatan bersama masyarakat, pelaku UMKM, dan pegiat seni budaya Gunung Tabur.
Kata dia, momentum awal 2026 dinilai tepat untuk menghidupkan kembali pasar yang pernah menjadi ikon aktivitas budaya masyarakat setempat.
“Pasar Barambang ini kita hidupkan kembali sebagai pasar budaya, bukan sekadar tempat jual beli. Ada seni, kuliner, dan penggunaan bahasa Berau sebagai identitas,” ungkap Anang, Jumat malam (9/1/26).
Keseriusan penyelenggaraan Pasar Barambang ditandai dengan pembentukan struktur kepengurusan baru yang akan segera diusulkan melalui Surat Keputusan (SK) Camat Gunung Tabur. Anang Saprani dipercaya sebagai ketua, didampingi Syahrani sebagai wakil ketua, Erdiansyah sebagai sekretaris, dan Nila Yanti sebagai bendahara.
Anang menyebut, Pasar Barambang akan digelar secara rutin setiap malam Sabtu dan malam Minggu, berlokasi di sepanjang kawasan Tepian Gunta.
Lanjutnya, konsep yang diusung tetap konsisten sebagai pasar budaya yang menampilkan seni pertunjukan tradisional, kuliner khas daerah, serta aktivitas UMKM lokal.
Ia menjelaskan, untuk penataan lapak, panitia membagi pedagang menjadi dua kategori. Lapak permanen diperuntukkan bagi UMKM yang terdata di wilayah Gunung Tabur, sementara lapak non permanen bersifat fleksibel bagi pedagang dari luar wilayah.
Namun, pihaknya menegaskan kawasan Museum dan dermaga tetap steril dari aktivitas lapak guna menjaga ketertiban dan kelestarian kawasan.
Selanjutnya, sebagai penanda kembalinya Pasar Barambang, panitia menjadwalkan launching pada 17 Januari 2026 dengan estimasi pelaksanaan awal selama tujuh hari.
Berbagai persiapan pun tengah dilakukan, mulai dari pembentukan tim kerja, pembuatan panggung, pendaftaran pedagang, hingga promosi di media sosial dan sosialisasi langsung ke masyarakat.
Anang berharap Pasar Barambang dapat kembali menjadi ruang interaksi masyarakat, sekaligus wadah promosi produk UMKM dan seni budaya lokal Gunung Tabur.
“Kami ingin Pasar Barambang kembali menjadi tempat berkumpul masyarakat, menggerakkan ekonomi warga, dan menjaga identitas budaya kita,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





