TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Sektor pertanian di Kabupaten Berau memasuki tahun 2026 dengan geliat yang semakin kuat. Tingginya antusiasme petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (KT) di hampir setiap kampung menjadi sinyal positif bagi penguatan ketahanan pangan daerah.
Namun di balik optimisme tersebut, pemerintah daerah juga dihadapkan pada tantangan pengelolaan bantuan agar tetap tepat sasaran dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau, Junaidi, mengungkapkan bahwa pada awal 2026 ini, proposal bantuan pertanian dari KT terus mengalir.
Lanjutnya, usulan yang masuk mencerminkan kebutuhan riil petani di lapangan, mulai dari pupuk, bibit tanaman, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga bibit ternak.
“Setiap Kelompok Tani yang mengajukan proposal kita proses,” ujar Junaidi.
Ia menegaskan, seluruh proposal akan diproses sesuai mekanisme dan ketersediaan anggaran. Jika telah memenuhi persyaratan, usulan tersebut selanjutnya diajukan kepada bupati untuk mendapatkan persetujuan.
Kendati demikian, masifnya pengajuan proposal tak lepas dari semakin kuatnya kelembagaan petani di Berau.
Saat ini, ia menyebut, hampir seluruh kampung telah memiliki KT yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), sehingga memudahkan pemerintah dalam melakukan pembinaan, pendampingan, hingga pengawasan.
“KT itu hampir ada di setiap kampung dan tergabung dalam Gapoktan,” jelasnya.
Namun demikian, Junaidi menekankan bahwa besarnya animo petani harus diimbangi dengan sistem penyaluran bantuan yang tertib dan terdata.
Seluruh bantuan pertanian, kata dia, wajib disalurkan melalui Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) untuk memastikan transparansi dan akurasi data.
“Kalau ada bantuan harus masuk lewat Simluhtan,” tegasnya.
Dukungan terhadap petani juga diperkuat melalui pendampingan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Hingga kini, jumlah PPL di Berau, termasuk PPL perkebunan, mencapai 97 orang. Dengan jumlah tersebut, hampir setiap kampung memiliki pendamping yang aktif membantu KT maupun masyarakat yang ingin membentuk kelompok tani baru.
“Kalau digabung dengan PPL perkebunan, jumlahnya 97 orang,” ungkapnya.
Selain penguatan kelembagaan, Pemkab Berau juga melanjutkan program strategis di sektor tanaman pangan. Program cetak sawah kembali menjadi fokus utama sebagai upaya meningkatkan luas tanam dan produksi padi daerah.
“Tahun ini kita lanjutkan cetak sawah,” katanya.
Pada 2025 lalu, Berau berhasil mencetak sawah baru seluas 425 hektare. Sementara pada 2026, target tersebut melonjak tajam menjadi 2.000 hektare, sebagai bagian dari komitmen daerah mendukung ketahanan pangan jangka panjang.
“Tahun 2026 kita targetkan 2.000 hektare,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





