TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan pentingnya pengembangan pariwisata berbasis kebudayaan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Menurutnya, kekayaan budaya lokal harus menjadi pilar utama dalam pembangunan sektor pariwisata agar tidak hanya bergantung pada potensi alam semata.
Hetifah menjelaskan, sejak tahun 2024 terjadi pemisahan Kementerian Pariwisata dengan Kementerian Ekonomi Kreatif.
Kementerian Pariwisata kini berada di bawah mitra kerja Komisi VII DPR RI, sementara Komisi X lebih berfokus pada sektor pendidikan dan kebudayaan. Meski demikian, pengembangan kebudayaan tetap memiliki keterkaitan erat dengan sektor pariwisata.
“Sejak 2024 kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif terpisah dan berada di bawah Komisi VII. Maka dari itu saya sebagai Ketua Komisi X mendorong untuk pengembangan kebudayaan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pariwisata berbasis kebudayaan perlu mendapatkan dukungan yang kuat dari berbagai aspek, terutama pendidikan. Kabupaten Berau, menurut Hetifah, memiliki peluang besar untuk mengembangkan sumber daya manusia yang unggul di sektor pariwisata dan kebudayaan.
“Pariwisata berbasis kebudayaan ini memang perlu di-support. Dari sisi pendidikan, Kabupaten Berau akan memiliki program studi pariwisata. Ini sangat berguna untuk pengembangan SDM dan pengelolaan lokasi-lokasi pariwisata yang berbasis kebudayaan,” jelasnya.
Melalui penguatan pendidikan pariwisata, Hetifah berharap generasi muda Berau mampu menjadi pelaku utama dalam pengembangan destinasi wisata berbasis budaya, mulai dari pengelolaan, promosi, hingga pelestarian nilai-nilai lokal.
Lebih lanjut, pihaknya menilai bahwa selama ini Kabupaten Berau dikenal luas karena keindahan alamnya, seperti pantai dan kawasan laut. Namun ke depan, Berau diharapkan dapat menampilkan identitas yang lebih lengkap melalui kekayaan budayanya.
“Sehingga Berau tidak hanya berfokus terhadap alam saja, tapi juga terhadap kebudayaan,” tegasnya.
Selain pariwisata, Hetifah juga menyoroti peran ekonomi kreatif yang berbasis kebudayaan. Menurutnya, kebudayaan tidak hanya perlu dilindungi sebagai warisan, tetapi juga dapat menjadi sumber penghidupan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif.
“Begitupun dengan ekonomi kreatif, karena kebudayaan tidak hanya dilindungi tapi dapat mengembangkan ekonomi bagi para pelaku,” katanya.
Ia menambahkan, sinergi antara kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif akan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi daerah. Dengan pengelolaan yang tepat, sektor ini diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga identitas budaya lokal.
“Nantinya ini akan menjadi nilai tambah bagi Kabupaten Berau,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkariml





