TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Satuan Reserse Narkoba Polres Berau meluruskan informasi terkait pengungkapan sabu terbesar di antara kecamatan Kabupaten Berau, yakni total seberat 828,92 gram yang berada di wilayah Pulau Derawan.
Dalam kesempatannya, Kasat Resnarkoba Polres Berau, AKP Agus Priyanto menegaskan bahwa kasus tersebut terjadi di Kampung Kasai, bukan di kawasan wisata Pulau Derawan.
“Perlu kami luruskan bahwa pengungkapan ini berada di Kampung Kasai. Jadi bukan di Pulau Derawan. Secara kondisi, kawasan wisata Pulau Derawan masih steril dari aktivitas peredaran maupun penyalahgunaan narkoba,” ungkapnya.
Agus menjelaskan, kawasan Pulau Derawan memang berada dalam wilayah hukum Polsek Derawan, sehingga kerap menimbulkan kesan seolah kasus terjadi di area destinasi wisata. Padahal, lokasi kejadian berada di daratan Kasai.
Menurutnya, hingga kini belum ditemukan indikasi peredaran narkoba yang melibatkan wisatawan maupun aktivitas pariwisata di Pulau Derawan.
“Belum ada temuan dan belum terdeteksi adanya peredaran yang bersumber dari wisatawan. Aktivitas pariwisata tetap aman,” katanya.
Dalam kasus di Kampung Kasai tersebut, pelaku diduga mengambil sabu langsung dari wilayah Tawau, Malaysia.
“Modus operandi pelaku adalah mengambil sendiri barang ke Malaysia. Karena itu jumlah barang bukti tergolong besar,” jelas Agus.
Ia menyebut, karakteristik wilayah pesisir yang dekat dengan jalur laut kerap dimanfaatkan jaringan peredaran sebagai akses masuk.
AKP Agus mengungkapkan, wilayah yang saat ini menjadi perhatian khusus adalah kawasan perkebunan sawit. Selain jalur mobilitas yang tinggi, aktivitas pekerja di area perkebunan dinilai cukup rawan terpapar penyalahgunaan narkoba.
“Kami mengindikasikan peredaran cukup kuat di daerah perkebunan sawit. Sebagian perusahaan bahkan telah meminta Polres melakukan penyuluhan, pencegahan, hingga tes urine bagi karyawan,” ujarnya.
Langkah ini, kata dia, merupakan bentuk sinergi pencegahan agar lingkungan kerja tetap bersih dari narkoba.
Kasat Resnarkoba menegaskan, masyarakat dan wisatawan tidak perlu khawatir berlebihan terhadap kondisi Pulau Derawan. Namun kewaspadaan bersama tetap diperlukan, terutama di kawasan yang dinilai rawan.
“Untuk daerah wisata, khususnya Pulau Derawan, sampai saat ini belum ada indikasi peredaran. Tetapi kami tetap mengajak masyarakat melapor jika mengetahui aktivitas mencurigakan,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





