TANJUNG REDEB,PORTALBERAU – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Berau mengingatkan warga yang terdaftar sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Sosial (BLTS Kesra) untuk segera melakukan pencairan bantuan. Pasalnya, penyaluran program tersebut dijadwalkan berakhir pada Desember 2025.
Kepala Dinsos Berau, Iswahyudi, menyampaikan bahwa hingga kini masih terdapat penerima yang belum mengambil bantuan di kantor pos. Padahal, waktu pencairan yang tersisa tidak banyak, sehingga masyarakat diminta proaktif memastikan status kepesertaannya.
“Penyaluran BLTS Kesra ditargetkan tuntas sampai akhir Desember. Kami harap masyarakat yang sudah terdaftar segera mendatangi kantor pos terdekat untuk mencairkan bantuannya,” ujar Iswahyudi.
Ia menjelaskan, masyarakat dapat melakukan pengecekan secara mandiri untuk mengetahui apakah namanya tercatat sebagai penerima BLTS Kesra. Pengecekan dapat dilakukan melalui laman resmi cek bantuan sosial yang telah disediakan pemerintah.
BLTS Kesra disalurkan secara langsung melalui kantor pos dalam satu kali pencairan. Skema ini berbeda dengan beberapa program bantuan sosial lainnya yang dilakukan secara bertahap.
“BLTS Kesra ini langsung disalurkan lewat kantor pos dan sudah berjalan di seluruh wilayah. Jadi penerima tidak perlu menunggu pencairan berikutnya,” jelasnya.
Iswahyudi menegaskan bahwa bantuan tersebut hanya diperuntukkan bagi keluarga berpenghasilan rendah yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada desil 1 hingga 4. Dengan ketentuan tersebut, tidak semua warga dapat menerima BLTS Kesra.
Penetapan penerima, lanjut dia, sepenuhnya mengacu pada data resmi yang ditetapkan Kementerian Sosial (Kemensos). Oleh karena itu, masyarakat yang merasa memenuhi kriteria namun tidak terdaftar diminta untuk memahami bahwa penyaluran bantuan harus sesuai dengan data yang telah diverifikasi.
Untuk Kabupaten Berau, jumlah penerima BLTS Kesra tahun ini tercatat sebanyak 5.898 orang. Jumlah tersebut jauh berkurang dari target awal yang sempat mencapai sekitar 19 ribu orang.
“Awalnya target sekitar 19 ribu penerima. Namun setelah dilakukan pemutakhiran dan verifikasi data, sebagian besar dinyatakan tidak lagi memenuhi syarat,” ungkap Iswahyudi.
Beberapa faktor yang menyebabkan calon penerima dinyatakan tidak layak antara lain kondisi ekonomi yang sudah meningkat, status sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga penerima yang telah meninggal dunia. Penyesuaian data tersebut dilakukan agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
Sebagian penerima yang tidak memenuhi kriteria juga digantikan oleh masyarakat lain yang dinilai lebih berhak berdasarkan data terbaru.
Iswahyudi menambahkan, BLTS Kesra merupakan program baru yang mulai disalurkan pada tahun ini dan pertama kali diterima masyarakat pada Desember. Program ini menggantikan pola bantuan sebelumnya berupa sembako senilai Rp600 ribu per tiga bulan, yang kini ditingkatkan menjadi bantuan tunai sebesar Rp900 ribu per triwulan.
“Penerima BLTS Kesra ini adalah masyarakat yang sebelumnya belum pernah menerima PKH maupun bantuan sembako,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





