BIDUK-BIDUK, PORTALBERAU– Wakil Bupati Berau, Gamalis, melakukan monitoring dan evaluasi ke wilayah pesisir selatan sebagai bagian dari persiapan menghadapi lonjakan kunjungan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Salah satu fokus kunjungan tersebut adalah pengecekan progres pembangunan dua jembatan di Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk, yakni Jembatan Sei Bataan dan Jembatan Sei Sumbang.
Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Benny Sepriady Panjaitan, menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Sei Bataan menelan anggaran lebih dari Rp23 miliar, sementara Jembatan Sei Sumbang senilai lebih dari Rp14 miliar.
“Waktu pelaksanaan kontrak selama 180 hari atau enam bulan. Progres pekerjaan saat ini sudah mencapai sekitar 80 persen dan berjalan sesuai target,” jelas Benny.
Ia menyebutkan, percepatan pekerjaan dimungkinkan karena akses lokasi yang relatif mudah, sehingga mobilisasi alat berat dapat dilakukan dari dua sisi sekaligus, berbeda dengan proyek jembatan di wilayah lain yang harus menunggu transportasi ponton.
“Insya Allah sekitar tanggal 28–29 Desember seluruh struktur utama, termasuk lantai jembatan, sudah terpasang dan bisa dilalui,” ucapnya.
Benny menegaskan, jembatan tersebut dirancang khusus sebagai jembatan wisata. Untuk sementara, akses kendaraan roda empat dibatasi demi menjaga keamanan konstruksi dan fungsi wisata.
“Untuk roda dua sangat bisa melintas. Kendaraan roda empat belum diperbolehkan karena ini memang jembatan wisata. Jalur alternatif kendaraan masih tersedia dan jaraknya tidak terlalu jauh,” jelasnya.
Dalam peninjauan lapangan itu, Gamalis memastikan proyek strategis tersebut berjalan sesuai target dan dapat segera dimanfaatkan masyarakat, khususnya untuk mendukung akses wisata di kawasan pesisir selatan Berau.
“Kita ingin memastikan seluruh infrastruktur pendukung pariwisata siap sebelum Nataru. Jembatan ini sangat penting, baik untuk mobilitas warga maupun wisatawan,” ujar Gamalis.
Selain itu dirinya menekankan pentingnya pengawasan setelah jembatan difungsikan, terutama terkait pengaturan lalu lintas kendaraan.
“Pengawasan teknis nantinya bisa melibatkan pemerintah kampung, untuk memastikan jembatan ini digunakan sesuai peruntukannya. Jangan sampai fungsi wisatanya rusak karena penggunaan yang tidak sesuai,” tegasnya.
Gamalis juga mengapresiasi percepatan pembangunan yang dilakukan DPUPR Berau dan berharap kehadiran jembatan tersebut dapat memberi dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Kita harapkan infrastruktur ini tidak hanya mempercantik kawasan wisata, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga Kampung Teluk Sumbang,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





