TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Cabang Olahraga (Cabor) Kurash Kabupaten Berau menunjukkan ketangkasannya pada Babak Kualifikasi (BK) Porprov 2026 yang digelar di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, 10-14 Desember 2025.
Meski belum menjadi cabang olahraga favorit masyarakat Berau, Kurash perlahan membuktikan diri lewat prestasi.
Para atlet muda Bumi Batuwakkal tampil kompetitif dan sukses mengukir hasil positif di ajang Pra-Porprov Kalimantan Timur.
Dari 11 atlet yang diturunkan, delapan di antaranya berhasil membawa pulang medali perak dan perunggu. Raihan tersebut menempatkan Kurash Berau di posisi keempat klasemen umum sekaligus memastikan kelolosan ke Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 yang akan berlangsung di Kabupaten Paser.
Satu medali perak disumbangkan oleh Anindita Pratiwi yang turun di kelas 48 kilogram. Sementara tujuh medali perunggu diraih oleh Dafa Febrian (55 kg), Feodoro Febriana (55 kg), Attalarieck Restu (60 kg), Azzahra Aurelia (63 kg), Putri Nur Aulia Azzahra (70 kg), Rhafa Deltana Zulfira (73 kg), serta Farel Kenzi Akbar (81 kg).
Ketua Cabor Kurash Berau, Zulkifliansyah, menyampaikan rasa bangganya atas perjuangan para atlet.
Ia menilai pencapaian tersebut semakin istimewa karena sebagian besar atlet masih berusia belasan tahun dan minim pengalaman di level kompetisi besar.
“Rata-rata atlet kami masih berusia 16 sampai 17 tahun. Dengan usia dan kemampuan yang ada sekarang, mereka punya peluang besar menjadi tulang punggung Kurash Berau ke depan,” katanya.
Keberhasilan mengamankan tiket Porprov 2026 menjadi suntikan semangat bagi tim. Menurut Zulkifliansyah, hasil Pra-Porprov ini merupakan buah dari kerja keras selama masa persiapan, meski dijalani dengan berbagai keterbatasan.
“Persiapan ke depan akan kami tingkatkan. Catatan dan kekurangan saat Pra-Porprov menjadi bahan evaluasi agar penampilan di Porprov Paser nanti bisa lebih maksimal,” jelasnya.
Ia juga tidak menampik bahwa Kurash masih belum banyak dikenal masyarakat Berau. Namun, keterbatasan popularitas dan fasilitas latihan tidak menjadi penghalang bagi pihaknya untuk terus melakukan pembinaan.
“Kami berlatih dengan sarana seadanya. Harapannya ke depan ada perhatian lebih, terutama dukungan fasilitas dan perlengkapan latihan agar atlet bisa berkembang lebih optimal,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





