BIDUK-BIDUK, PORTALBERAU – Wakil Bupati Berau, Gamalis, melakukan monitoring dan evaluasi ke wilayah pesisir selatan sebagai bagian dari persiapan menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), yang diperkirakan akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke kawasan pesisir.
Dalam kunjungan tersebut, Gamalis didampingi Asisten I Setda Berau, M Hendratno, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Salah satu fokus peninjauan adalah UPT Puskesmas Biduk-Biduk, yang menjadi fasilitas kesehatan rujukan masyarakat di wilayah pesisir selatan Berau.
Gamalis mengatakan, dari hasil dialog dengan tenaga kesehatan dan dokter yang bertugas, Puskesmas Biduk-Biduk dinilai siap menghadapi lonjakan kebutuhan layanan kesehatan selama periode Nataru. Baik dari sisi fasilitas, tenaga medis, maupun kesiapsiagaan layanan darurat.
“Untuk jangka pendek menghadapi Nataru, insyaallah mereka sudah siap dengan fasilitas yang ada. Tinggal beberapa pembenahan kecil yang akan kita dorong,” ungkap Gamalis.
Ia menyebutkan, secara umum kondisi puskesmas cukup baik dan tidak memerlukan perbaikan besar. Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain perawatan ringan bangunan, penataan lokasi ambulans baru, serta memastikan kenyamanan ruang pelayanan bagi pasien, khususnya UGD dan ibu melahirkan.
Menurut Gamalis, Puskesmas Biduk-Biduk memiliki peran strategis karena tidak hanya melayani warga setempat, tetapi juga masyarakat dari kecamatan lain, seperti Talisayan, Sandaran, hingga wilayah pesisir Teluk Sumbang dan sekitarnya.
“Dengan jangkauan layanan yang luas, mau tidak mau fasilitas puskesmas ini harus terus kita tingkatkan,” jelasnya.
Saat ini, Puskesmas Biduk-Biduk didukung sekitar 69 tenaga kesehatan, mulai dari tenaga administrasi, dokter umum, bidan, hingga perawat.
Layanan rawat inap dan Unit Gawat Darurat (UGD) kata dia, beroperasi 24 jam untuk menjamin kesiapan pelayanan, terutama dalam kondisi darurat.
Gamalis juga menyoroti kekosongan dokter gigi di puskesmas tersebut. Meski sarana dan peralatan sudah memadai, tenaga dokter gigi saat ini belum tersedia karena penempatan tugas di wilayah lain.
Hal ini, menurutnya, akan menjadi perhatian pemerintah daerah ke depan.
Terkait dukungan operasional, Gamalis menekankan pentingnya menjaga kelancaran fasilitas pendukung agar pelayanan kesehatan tidak terganggu, terutama selama masa libur panjang.
Ia memastikan koordinasi lintas instansi akan terus dilakukan demi memastikan pelayanan tetap optimal.
Menjelang Nataru, ia meminta manajemen puskesmas meningkatkan intensitas kehadiran tenaga medis dan kesiapsiagaan layanan, sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kondisi darurat di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat dan wisatawan.
“Kita ingin memastikan masyarakat dan wisatawan merasa aman. Pelayanan kesehatan harus siap kapan pun dibutuhkan,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





