TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Upaya meningkatkan keselamatan di kawasan wisata berbasis air kembali dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Mitigasi Bencana bagi pengelola destinasi wisata alam di Kecamatan Segah.
Kegiatan ini menyasar destinasi yang dinilai memiliki risiko kecelakaan lebih tinggi, terutama wisata yang berada dekat sungai, air terjun, dan kawasan hutan.
Dalam kesempatan, Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir, melalui Kabid Pengembangan Destinasi Wisata, Samsiah Nawir, mengatakan Kecamatan Segah dipilih karena memiliki sejumlah destinasi alam yang saat ini mulai dikembangkan masyarakat serta mengalami peningkatan jumlah kunjungan wisatawan.
Salah satunya Air Terjun Tambalang yang dalam dua tahun terakhir menjadi tujuan favorit wisatawan lokal maupun dari luar daerah.
Lanjutnya, pelaksanaan bimtek ini juga merupakan tindak lanjut dari program pendampingan pengelola wisata yang sebelumnya telah dilakukan di Kampung Tepian Buah.
Menurutnya, sebagian besar wisata di Kabupaten Berau merupakan wisata alam berbasis air sehingga memiliki tantangan khusus dalam aspek keselamatan dan tata kelola.
Ia menyebut, mulai dari karakter medan, kondisi cuaca yang cepat berubah, hingga risiko ketika terjadi kecelakaan wisata.
“Makanya perlu diberikan pengetahuan mitigasi bencana kepada pengelola yang bertugas langsung di lapangan agar keamanan wisatawan benar-benar terjamin, dan destinasi tetap bisa dikelola secara berkelanjutan,” ungkapnya
Ia memaparkan, kegiatan ini diikuti peserta dari tiga kampung, yaitu Tepian Buah, Tumbit Melayu, dan Punan Mahkam. Ketiga kampung itu dinilai memiliki daya tarik wisata yang berkembang dan berada pada jalur wisata menuju Tepian Buah.
“Kampung ini juga telah menjadi binaan pemerintah daerah sejak pembentukan kelompok sadar wisata (Pokdarwis),” ujarnya.
Dirinya menuturkan, materi bimtek diisi narasumber dari BASARNAS, PMI, dan BPBD Berau. Peserta mendapatkan materi mulai dari pengantar mitigasi bencana, manajemen risiko destinasi, penyusunan SOP keselamatan, pelatihan pertolongan pertama, hingga teknik penyelamatan dasar di kawasan air dan hutan.
Selain itu juga, kata dia, usai penyampaian materi, peserta mengikuti praktik lapangan di Air Terjun Tambalang melalui simulasi penanganan kondisi darurat seperti identifikasi titik bahaya, evakuasi korban, penggunaan peralatan keselamatan, dan koordinasi saat keadaan kritis.
Samsiah berharap bimtek ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan pengelola wisata dalam menangani berbagai situasi darurat. Sebab, rasa aman wisatawan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pengembangan sektor pariwisata.
Ke depan, Disbudpar Berau berencana memperluas pelatihan serupa ke kecamatan lain dan menyiapkan pelatihan lanjutan bagi pengelola wisata yang telah mengikuti bimtek dasar, khususnya destinasi yang bersinggungan dengan air.
“Mitigasi bencana bukan hanya tugas satu instansi, tetapi harus dilakukan bersama-sama agar pengunjung merasa aman dan nyaman ketika berada di lokasi wisata di Kabupaten Berau,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





