TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Pembangunan Jembatan Sei Bataan di Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-biduk, menunjukkan progres yang semakin signifikan.
Proyek yang dikerjakan melalui Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau tersebut kini memasuki fase akhir dengan capaian fisik mencapai sekitar 90 persen.
Pantauan petugas lapangan menyebutkan, hampir seluruh struktur utama jembatan telah terselesaikan. Pondasi berdiri kokoh, rangka utama sudah terpasang, dan pekerjaan kini terfokus pada dua bagian yang menjadi penentu penyelesaian pengecoran lantai jembatan serta finishing oprit di sisi kiri dan kanan.
Tahapan inilah yang dikebut dalam beberapa pekan terakhir sebelum jembatan dapat difungsikan secara bertahap.
Dalam kesempatannya, Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Benny Sepriady Panjaitan, memastikan progres berjalan positif dan masih sesuai target awal.
“Progres pembangunan Jembatan Sei Bataan cukup positif,” ungkapnya.
Lanjutnya, jembatan Sei Bataan diproyeksikan menjadi infrastruktur vital bagi warga pesisir selatan, khususnya masyarakat yang tinggal di kawasan Teluk Sumbang seberang.
Kata dia, keberadaan jembatan baru ini diharapkan mampu memulihkan mobilitas warga yang sebelumnya sangat bergantung pada jembatan lama. Kondisi jembatan sebelumnya sempat menurun akibat terdampak material banjir sehingga tidak lagi aman untuk dilintasi.
Dengan selesainya jembatan tersebut, aktivitas ekonomi warga seperti distribusi hasil kebun dipastikan menjadi lebih lancar.
Ia menyebut, akses darat juga akan lebih stabil dibandingkan sebelumnya, memperpendek waktu tempuh dan meningkatkan keamanan masyarakat yang beraktivitas setiap hari.
Benny mengakui masih terdapat tantangan di lapangan, terutama curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
“Kendala yang kita hadapi memang cuaca hujan, namun hal tersebut mampu tertangani di lapangan,” tegasnya.
Diakuinya juga, selain menunjang mobilitas harian masyarakat, jembatan baru ini juga akan memperkuat akses menuju kawasan yang memiliki potensi wisata.
Ia menuturkan, Teluk Sumbang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi alam unggulan di wilayah selatan Berau. Keberadaan infrastruktur yang memadai diyakini mampu membuka peluang pengembangan ekonomi lokal berbasis pariwisata.
“Kami pastikan bahwa percepatan pengerjaan tetap dilakukan tanpa mengurangi standar kualitas konstruksi. Pengawasan harian diperketat untuk memastikan seluruh proses berjalan aman dan sesuai spesifikasi teknis,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





