KELAY, PORTALBERAU — Warga Kampung Panaan dan Kampung Mapulu kembali menyuarakan harapan agar pembangunan jembatan penghubung antardesa segera dipercepat.
Infrastruktur tersebut sebelumnya terputus akibat kerusakan, sehingga menyebabkan terganggunya aktivitas masyarakat, termasuk akses pendidikan dan mobilitas ekonomi warga.
Kepala Kampung Panaan, Aliansyah, menegaskan bahwa kondisi ini telah berlangsung cukup lama dan sangat berdampak pada kehidupan warga, terutama anak-anak sekolah. Ia menyampaikan bahwa banyak siswa dari Kampung Mapulu yang masih harus menyeberangi sungai setiap hari demi sampai ke sekolah di Kampung Panaan.
“Mirisnya, sejumlah siswa bahkan harus membuka seragam sekolah mereka untuk menyeberang agar pakaian yang dikenakan tidak basah,” ujarnya.
Jembatan yang putus ini kata dia, sangat berdampak sekali bagi aktivitas warga, terutama untuk akses dari Kampung Mapulu ke Panaan.
“Yang paling memprihatinkan adalah anak-anak sekolah. Mereka harus menyeberangi sungai dan bahkan membuka baju mereka agar seragam tidak basah. Kondisi ini tentu tidak layak terjadi di masa sekarang,” jelasnya.
Menurutnya, pemerintah kabupaten sebelumnya telah turun langsung meninjau lokasi jembatan yang rusak. Namun, hingga kini belum terlihat adanya progres pembangunan di lapangan. Situasi tersebut membuat masyarakat resah karena bergantung pada akses tersebut untuk aktivitas sehari-hari, termasuk transportasi hasil pertanian dan kebutuhan logistik.
“Pemerintah memang sudah melihat langsung kondisi jembatan itu, namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda pekerjaan dimulai. Warga terus bertanya dan berharap agar proses pembangunan segera berjalan,” terangnya.
Aliansyah menyoroti risiko keselamatan yang cukup tinggi jika kondisi ini terus dibiarkan. Pada musim hujan, arus sungai semakin deras, dan banjir sering terjadi. Situasi ini membuat akses sementara melalui sungai semakin berbahaya, terutama bagi anak-anak.
“Saya sebagai kepala kampung berharap pemerintah segera menindaklanjuti masalah ini karena keselamatan warga adalah yang paling utama,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa percepatan pembangunan jembatan bukan hanya urusan mobilitas, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda dan ekonomi warga. Tanpa akses layak, warga sangat kesulitan membawa hasil kebun maupun kebutuhan pokok.
“Kami berharap pemerintah bertindak cepat. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Warga kami butuh kepastian dan solusi,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





