TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Meningkatnya aktivitas ekonomi dan pembangunan dalam beberapa tahun terakhir membuat intensitas penggunaan jalan umum di Kampung Gurimbang melonjak tajam.
Dampaknya, muncul debu tebal dan titik-titik kerusakan yang kini menjadi perhatian bersama Pemerintah Kampung Gurimbang dan warga setempat.
Kepala Kampung Gurimbang, Juliansyah, mengatakan bahwa mobilitas kendaraan berat yang meningkat pesat menjadi salah satu faktor utama penurunan kualitas jalan.
“Beberapa tahun terakhir pekerjaan pembangunan, peningkatan akses, hadirnya perusahaan perorangan, serta aktivitas perekonomian yang meningkat tentu berpengaruh pada mobilisasi di jalan umum Gurimbang yang begitu intens,” ungkapnya.
Lanjutnya, kendaraan yang melintas bisa berupa molen ready mix, lowboy pembawa alat berat, truk panen sawit, hingga truk bermuatan material galian.
Kata dia, mobilisasi seperti ini menyebabkan jalan lebih cepat rusak, wajar mengingat aspal yang ada sudah berusia lebih dari 10 tahun, sementara dengan aktivitas seperti itu usia teknisnya hanya 3–5 tahun.
Menurutnya, kerusakan seperti jalan berlubang dan debu tebal saat musim panas sulit dihindari.
“Kami dari pemerintah kampung pun terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, terutama perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut, guna menjaga agar akses tetap aman dilalui warga,” ujarnya.
Ia menyebut, sejak awal 2025, PT Berau Coal bersama mitra kerjanya diketahui telah empat kali memberikan bantuan penanganan sementara, mulai dari suplai material untuk penambalan jalan, pengerahan alat berat, hingga perbaikan secara gotong royong bersama masyarakat.
Selain itu, kata dia juga, perusahaan membantu penyiraman jalan dua kali sehari untuk mengurangi debu, menyesuaikan kondisi cuaca dan tingkat penggunaan jalan.
“Kami bersyukur karena permintaan dukungan kami direspons dengan baik. Bantuan material untuk menutup lubang, perataan menggunakan alat berat, hingga penyiraman rutin sangat membantu masyarakat,” tutur Juliansyah.
Tidak hanya itu, saat terjadi longsoran yang menutup akses jalan, PT Berau Coal juga ikut turun tangan membantu proses pembukaan jalur.
“Sudah tiga kali terjadi longsoran yang membuat akses tidak dapat dilewati. PT Berau Coal kembali membantu dengan alat dan pekerjanya, bersama masyarakat bergotong royong membuka akses agar bisa kembali digunakan,” jelasnya.
Ia menegaskan, penanganan yang dilakukan saat ini masih bersifat sementara sambil menunggu perbaikan permanen dari pemerintah yang telah mulai berjalan melalui pekerjaan siring dan parit.
Pemerintah Kampung Gurimbang berharap kerja sama lintas pihak ini terus terjalin agar akses jalan tetap terjaga, sehingga aktivitas ekonomi warga tidak terganggu. (ADV)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





