TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten Berau memastikan layanan wifi gratis yang tersebar di sejumlah wilayah tetap berjalan meskipun terjadi efisiensi anggaran dalam beberapa tahun terakhir.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Didi Rahmadi, yang menegaskan bahwa komitmen pemerintah untuk menyediakan akses internet bagi masyarakat tidak berubah.
Menurut Didi, pada tahun 2024 Kabupaten Berau memiliki 1.012 titik wifi gratis yang tersebar di berbagai fasilitas publik. Namun pada tahun 2025, jumlah tersebut menurun menjadi 487 titik akibat adanya penyesuaian anggaran. Meski demikian, ia memastikan bahwa seluruh titik yang tersisa tetap beroperasi dan bisa dimanfaatkan warga.
“Insya Allah wifi gratis tetap berjalan meski terjadi efisiensi. Tahun 2024 kita punya 1.012 titik, dan pada 2025 terpasang sebanyak 487 titik. Yang terpenting adalah titik-titik ini tetap memberikan layanan kepada masyarakat,” ungkap Didi saat ditemui di Tanjung Redeb, Jumat (28/11/25.
Ia menjelaskan bahwa prioritas layanan wifi gratis difokuskan pada kebutuhan publik yang mendesak, seperti administrasi pemerintahan kampung, pendidikan, kesehatan, serta ruang-ruang publik. Menurutnya, keberadaan internet sangat membantu proses pelayanan dan aktivitas belajar mengajar, terutama di wilayah yang masih minim akses komunikasi.
“Kami memprioritaskan titik wifi di ruang publik agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh mmasyarakat Ini bagian dari komitmen digitalisasi pelayanan di Berau,” katanya.
Menghadapi rencana pemangkasan anggaran pada tahun 2026, Diskominfo memastikan hal tersebut tidak akan menghalangi operasional wifi gratis yang ada. Didi menegaskan bahwa anggaran pemeliharaan tetap dialokasikan secara khusus agar layanan tetap stabil.
“Walaupun ada efisiensi di tahun 2026, operasional wifi gratis yang sudah ada tetap berjalan. Kami pastikan tidak ada layanan yang dimatikan hanya karena pengurangan anggaran,” tegasnya.
Namun, untuk tahun 2026 mendatang, Diskominfo tidak berencana menambah titik wifi baru. Fokus utama adalah memastikan seluruh titik eksisting tetap berfungsi dengan optimal sehingga kualitas layanan tidak menurun.
“Untuk 2026 kami belum membangun wifi gratis lagi. Fokus kami adalah menjaga agar titik-titik yang ada tetap optimal. Lebih baik sedikit tapi berfungsi maksimal daripada menambah titik tapi tidak terurus,” jelasnya.
Didi berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan wifi gratis secara bijak, terutama untuk kepentingan pendidikan dan pelayanan publik.
Ia menegaskan bahwa keberadaan internet menjadi salah satu penopang penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan kemajuan pelayanan pemerintah daerah.
“Internet hari ini adalah kebutuhan dasar. Kami ingin masyarakat bisa mengakses informasi dan layanan tanpa hambatan. Karena itu, wifi gratis ini tetap kami jaga,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





