TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Upaya meningkatkan kualitas pengasuhan anak di Kabupaten Berau terus diperkuat.
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKBP3) Berau menggelar Seminar Puspaga Resilience Parenting bertema “Memperkuat Pengasuhan Berbasis Pemenuhan Hak Anak sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Keluarga”, Rabu (26/11/25), di Ruang Rapat RPJPD Bapelitbang.
Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta, yang terdiri dari tenaga pendidik dan kependidikan KB, PAUD, TK, aktivis PATBM, serta relawan SAPA 129. Seminar bertujuan memperluas pemahaman pengasuhan yang berorientasi pada pemenuhan hak anak di lingkungan keluarga maupun lembaga pendidikan.
Sekretaris DPPKBP3 Berau, Halijah Yasin, menegaskan bahwa pembangunan kualitas keluarga tidak dapat dipisahkan dari pola pengasuhan yang baik.
“Resiliensi keluarga adalah kemampuan beradaptasi ketika menghadapi tekanan. Orang tua harus mampu menstimulasi perkembangan anak sejak dini agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang kuat secara emosional dan sosial,” ujarnya.
Ia menuturkan bahwa peningkatan pemahaman pendidik dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan aman dan suportif bagi anak-anak Berau.
DPPKBP3 berharap kegiatan ini dapat memperkuat peran orang tua, pendidik, dan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak.
“Melalui peningkatan pemahaman dan praktik pengasuhan yang lebih baik, kita ingin memastikan setiap anak di Berau mendapatkan haknya, terlindungi, dan tumbuh di lingkungan yang penuh kasih,” tutup Halijah.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas diwakili oleh Staf Ahli, Warji, dalam kesempatannya mengatakan bahwa anak-anak Berau merupakan generasi yang kelak mengelola potensi daerah.
“Perlindungan anak adalah tanggung jawab kita semua. Pemerintah daerah berkomitmen menciptakan ruang tumbuh yang sehat dan aman bagi anak-anak,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, komitmen tersebut diwujudkan melalui Perbup Nomor 81 Tahun 2019 serta pembentukan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) berdasarkan Keputusan Bupati Nomor 431 Tahun 2021.
Warji juga menyebut bahwa Berau kini berada pada level Madya dalam predikat Kabupaten Layak Anak (KLA), meningkat setelah tujuh tahun berada di tingkat Pratama.
“Peningkatan ini membuktikan bahwa pemenuhan hak anak di Berau terus bergerak ke arah yang lebih baik,” ucapnya.
Seminar menghadirkan narasumber dari Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Kaltim, Ayunda Ramadhani, yang memaparkan konsep resiliensi, pendekatan pengasuhan berbasis hak anak, hingga strategi membangun komunikasi yang sehat dalam keluarga.
Peserta juga mengikuti sesi roleplay dan diskusi interaktif untuk memahami penerapan pengasuhan resilien dalam situasi sehari-hari, seperti menghadapi perilaku anak, menyelesaikan konflik, dan menciptakan kedekatan emosional dalam keluarga. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





