SANGATTA, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengebut perbaikan sejumlah ruas jalan tahun ini sebagai langkah nyata memperkuat konektivitas antarwilayah.
Pembangunan infrastruktur dasar menjadi prioritas untuk membuka isolasi desa dan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Jalan rusak yang menghambat arus barang dan jasa kini mulai dibenahi secara bertahap. Pemerintah Daerah (Pemda) menilai, akses jalan yang baik merupakan syarat utama dalam memperkuat rantai pasok hasil pertanian dan memperlancar aktivitas perdagangan antarkecamatan.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, percepatan perbaikan jalan dilakukan agar pemerataan pembangunan bisa dirasakan hingga ke pelosok.
“Kalau akses lancar, ekonomi bergerak. Kita ingin seluruhwarga kutim juga punya kesempatan yang sama untuk maju,” katanya, Jumat (21/11/2025).
Selain proyek perbaikan, kegiatan pemeliharaan rutin turut digencarkan agar kualitas jalan tetap terjaga dalam jangka panjang.
Pemerintah menargetkan, seluruh jalan penghubung utama antarwilayah dapat difungsikan maksimal sebelum akhir tahun anggaran.
Upaya ini juga akan memudahkan mobilitas masyarakat, terutama petani dan pelaku usaha kecil. Mereka tak lagi harus menanggung biaya tinggi akibat kondisi jalan rusak yang kerap memperlambat distribusi hasil panen.
Konektivitas yang semakin terbuka diharapkan melahirkan pusat-pusat ekonomi baru di luar kawasan perkotaan.
Dengan begitu, pertumbuhan tidak hanya terfokus di Sangatta, tetapi juga merata ke seluruh kecamatan.
Pemerintah juga melihat potensi lain dari pembangunan ini, yakni meningkatnya minat wisatawan untuk menjelajah destinasi unggulan Kutim. Akses yang baik menjadi daya tarik tersendiri bagi sektor pariwisata lokal.
Dengan percepatan ini, Pemkab Kutim optimistis konektivitas antarwilayah akan menjadi kunci bagi terciptanya pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di masa depan.(ADV)
Editor: Ikbal Nurkarim





