SANGATTA, PORTALBERAU – Kondisi lalu lintas di Sangatta saat ini dinilai lebih tepat disebut terhambat daripada macet total, penjelasan tersebut disampaikan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Timur (Dishub Kutim).
Kondisi tersebut didasari dengan catatan peningkatan volume kendaraan pada jam-jam tertentu yang menjadi faktor utama terjadinya perlambatan arus kendaraan di sejumlah titik.
Kepala Seksi Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kutai Timur (Kasi Lalin Dishub Kutim), Zulkarnain, mengatakan bahwa perbedaan antara hambatan dan kemacetan harus dipahami masyarakat agar penanganannya lebih tepat.
Hambatan bersifat sementara dan dapat diurai dengan cepat, sedangkan kemacetan berlangsung lebih lama. “Yang terjadi di Sangatta bukan macet, tapi terhambat. Hambatan biasanya bisa kami urai dalam waktu singkat,” jelasnya, Kamis (20/11/2025).
Hambatan paling sering muncul pada jalur jalan pendidikan dan rute bus karyawan. Dua kegiatan ini berjalan secara bersamaan sehingga volume kendaraan melonjak tajam dalam waktu singkat.
Selain itu, perilaku pengendara yang kurang tertib, seperti berhenti di sembarang tempat atau memaksa masuk ke celah sempit, turut memperburuk kondisi di lapangan.
Dishub Kutim menegaskan bahwa pengaturan lapangan terus dilakukan, termasuk pengawasan harian pada titik rawan serta peningkatan koordinasi dengan satuan kepolisian.
“Kami turunkan petugas setiap pagi dan sore untuk mengawal arus. Namun kedisiplinan pengguna jalan tetap menjadi faktor utama,” tambah Zulkarnain.
Dishub Kutim meminta masyarakat memahami bahwa perbaikan lalu lintas membutuhkan kerja sama semua pihak agar hambatan tidak berkembang menjadi kemacetan.(ADV)
Editor: Ikbal Nurkarim





