SANGATTA, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah menyiapkan rencana pembangunan penangkaran buaya di Desa Muara Bengalon, Kecamatan Bengalon.
Program ini menjadi langkah strategis dalam menghadapi meningkatnya populasi buaya yang kerap memasuki wilayah pemukiman warga.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor menjelaskan, penangkaran buaya tersebut dirancang untuk memfasilitasi habitat satwa liar itu agar lebih aman, sekaligus menekan risiko konflik antara manusia dan buaya di daerah urban.
“Kami ingin memastikan masyarakat terlindungi, tetapi juga menjaga kelestarian satwa yang menjadi bagian dari ekosistem,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).
Kajian lokasi telah dilakukan oleh tim teknis, termasuk penyusunan Feasibility Study (FS) dan Detailed Engineering Design (DED) sebagai dasar pembangunan.
Pemerintah menargetkan agar dokumen perencanaan selesai dalam waktu dekat sebelum pelaksanaan proyek dimulai.
Menariknya, penangkaran buaya ini tidak akan dikelola langsung oleh pemerintah daerah.
Pemkab Kutim membuka peluang bagi investor untuk terlibat dalam pengelolaan, guna mengembangkan potensi ekonomi seperti pemanfaatan kulit, daging, hingga sektor wisata edukatif.
Selain fungsi konservasi, penangkaran ini juga diharapkan menjadi daya tarik ekowisata baru di Kutim.
Kawasan tersebut akan dirancang agar aman dikunjungi masyarakat dan pelajar, sehingga dapat menjadi pusat edukasi lingkungan hidup.
“Kalau dikelola dengan baik, ini bisa jadi destinasi wisata unggulan Kutim. Kami akan libatkan masyarakat sekitar agar turut merasakan manfaatnya,” tambah Noviari Noor.
Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan Pemkab Kutim yang menempatkan isu lingkungan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Pemerintah berkomitmen agar seluruh kegiatan dilakukan sesuai standar keselamatan dan etika konservasi satwa liar.
Dengan konsep kemitraan antara pemerintah dan swasta, penangkaran buaya diharapkan tidak hanya menjadi solusi ekologis, tetapi juga memberikan nilai ekonomi baru bagi masyarakat sekitar Muara Bengalon.(ADV)
Editor: Ikbal Nurkarim





