SANGATTA, PORTALBERAU – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan berbasis teknologi.
Daerah ini sebelumnya pernah menorehkan prestasi sebagai salah satu dari 100 Smart Cities Indonesia pada 2018, dengan menempati posisi ke-75.
Capaian tersebut menjadi pijakan penting bagi Kutim untuk terus melanjutkan transformasi digital secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim, Roni Bonar, menilai bahwa keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa Kutim memiliki fondasi kuat untuk berkembang sebagai daerah cerdas yang siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Pencapaian itu bukan sekadar angka, tetapi penanda bahwa Kutim punya potensi besar untuk tumbuh sebagai smart region. Ke depan, target kita bukan hanya naik peringkat, tapi memastikan implementasinya semakin berkualitas di setiap sektor,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).
Sejak masuk dalam daftar Smart City, Kutim terus melakukan pembenahan, mulai dari peningkatan jaringan komunikasi, penguatan integrasi data lintas instansi, hingga memperluas digitalisasi layanan publik.
Langkah-langkah ini dinilai penting untuk membangun sistem pemerintahan yang lebih adaptif dan berbasis kebutuhan warga.
Roni menjelaskan bahwa pembangunan smart city tidak hanya bertumpu pada kecanggihan perangkat digital.
Transformasi yang diinginkan juga harus diikuti perubahan pola kerja aparatur serta budaya birokrasi yang lebih responsif.
“Smart City itu perjalanan panjang. Ini bukan sekadar memasang teknologi, tapi membangun tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan inklusif,” tegasnya.
Saat ini, pemerintah daerah terus memperkuat kerja sama dengan sektor swasta, komunitas, hingga kelompok masyarakat untuk mematangkan ekosistem digital di Kutim.
Kolaborasi tersebut dianggap krusial agar inovasi yang dibangun benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah terpencil.
Langkah lain yang tidak kalah penting adalah mendorong peningkatan literasi digital masyarakat.
Pemerintah memastikan bahwa warga tidak hanya menjadi pengguna layanan digital, tetapi juga bagian dari proses pengembangan ekosistem tersebut.
Dengan modal pencapaian sebelumnya dan komitmen pembangunan yang semakin kuat, Kutim optimistis dapat melanjutkan transformasi digital secara lebih terarah.
“Pemerintah berharap pengembangan Smart City di Kutim menjadi contoh daerah yang mampu tumbuh modern, lebih transparan, dan berdaya saing tinggi di era digital,” tutupnya.(ADV)
Editor: Ikbal Nurkarim





