SANGATTA, PORTALBERAU – Dinas Pariwisata Kutai Timur terus mengoptimalkan karya musik lokal sebagai sarana promosi destinasi wisata. Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Akhmad Rifanie, menilai bahwa lagu-lagu ciptaan musisi daerah memiliki kekuatan untuk memperkenalkan budaya dan keindahan alam Kutim kepada audiens yang lebih luas.
Menurut Rifanie, platform digital menjadi ruang efektif bagi musisi untuk menampilkan karya mereka kepada publik.
“Musik lokal yang dipublikasikan melalui media sosial bisa menjangkau audiens nasional hingga internasional, sekaligus memperlihatkan pesona Kutai Timur,” ujarnya, Senin (17/11/2025).
Sejumlah karya musisi daerah termasuk lagu bertema Sungai Sangatta mulai menarik perhatian warganet.
Tingginya apresiasi yang diberikan melalui komentar, like, serta aktivitas berbagi konten dinilai membantu memperluas jangkauan promosi wisata dan budaya lokal.
Selain menyuguhkan hiburan, karya musik ini juga mengemas pesan edukatif dan banyak lirik mengangkat kisah masyarakat, tradisi, hingga panorama alam Kutim sehingga pendengar secara tidak langsung belajar mengenal identitas daerah.
Dinas Pariwisata juga melakukan pembinaan bagi kreator musik untuk memperkuat kualitas produksi dengan pendampingan yang mencakup proses penciptaan, perekaman, hingga strategi publikasi digital agar karya yang dihasilkan mampu bersaing dan diterima publik.
Rifanie menilai bahwa tren musik yang viral dapat memberi dampak ekonomi. Popularitas sebuah lagu sering berbanding lurus dengan meningkatnya minat masyarakat untuk berkunjung ke lokasi yang digambarkan dalam lagu tersebut, sekaligus menggerakkan UMKM serta industri kuliner di sekitarnya.
Upaya memadukan musik lokal dengan pariwisata disebut sebagai bagian dari strategi kreatif pemerintah daerah dalam membangun citra Kutai Timur sebagai destinasi yang kaya budaya dan inovatif.
“Ini langkah efektif agar budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif bisa saling menguatkan,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, Rifanie mengajak masyarakat dan komunitas kreatif untuk lebih aktif mendukung karya musisi lokal.
Ia menegaskan bahwa konsistensi berkarya akan membuka peluang lebih besar bagi Kutai Timur untuk dikenal melalui industri musik digital.
“Selama kreator berani terus berkarya, musik lokal bisa menjadi promosi yang kuat sekaligus kebanggaan daerah,” pungkasnya.(ADV)
Editor: Ikbal Nurkarim





