SANGATTA, PORTALBERAU – Dinas Komunikasi Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutai Timur mengimbau seluruh sekolah untuk meningkatkan kedisiplinan dalam penggunaan internet seiring diberlakukannya kebijakan baru Starlink.
Sistem terbaru mengatur bahwa seluruh penggunaan akan di-reset setiap akhir bulan tanpa sisa.
Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar H. Siburian, menjelaskan bahwa perubahan ini menuntut sekolah untuk memiliki pola pengelolaan data yang lebih terjadwal.
“Perubahan sistem ini menuntut sekolah lebih disiplin dalam pemakaian. Tanpa perencanaan, pemanfaatannya tidak akan optimal,” ungkap Ronny, Jumat (14/11/2025).
Ia menegaskan bahwa sekolah perlu memisahkan akses berdasarkan kebutuhan utama seperti pembelajaran, administrasi, dan pengelolaan data internal.
Menurutnya, pemborosan sering terjadi karena tidak ada batasan yang jelas antara kebutuhan akademis dan nonakademis. “Sekolah harus membuat peta kebutuhan sejak awal bulan. Ini untuk memastikan pemakaian tetap terkendali,” tegasnya.
Ronny juga menyebutkan bahwa penggunaan internet untuk hiburan, tontonan yang tidak terkait pembelajaran, atau aktivitas non-edukatif perlu dipantau ketat.
Langkah tersebut diperlukan agar penggunaan data tidak terkuras tanpa memberikan manfaat langsung untuk pendidikan.
“Diskominfo Staper siap memberikan pendampingan teknis bagi sekolah yang memerlukan penyesuaian sistem pengelolaan,” tutupnya.
Pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dengan penyedia layanan untuk memastikan sekolah mendapatkan dukungan penuh.
Dengan kedisiplinan pengelolaan, pemerintah yakin sekolah dapat memaksimalkan pemanfaatan akses internet di bawah kebijakan baru tersebut.(ADV)
Editor: Ikbal Nurkarim





