SANGATTA, PORTALBERAU – Menghadapi tantangan fiskal akibat menurunnya Dana Transfer ke Daerah (TKD) tahun depan, Pemkab Kutai Timur (Kutim) menyiapkan strategi baru dalam perencanaan pembangunan daerah.
Penyusunan strategi ini penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan tanpa harus mengorbankan program prioritas.
“Kami tetap pegang komitmen pada pembangunan yang berkeadilan. Tidak ada yang dikorbankan, hanya disesuaikan,” ujar Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan sekaligus Plt Kepala Bappeda Kutim, Noviari Noor, Kamis (13/11/2025).
Pihaknya tengah melakukan pemetaan ulang terhadap seluruh program agar sesuai dengan kemampuan keuangan daerah dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Bappeda juga berupaya memperkuat koordinasi lintas instansi untuk memastikan sinkronisasi kebijakan. Untuk setiap keputusan berbasis data agar tidak salah arah.
Salah satu fokus ke depan adalah memperbesar kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar Kutim tidak terus bergantung pada pusat.
Kondisi ini justru menjadi pelajaran penting dalam pengelolaan anggaran. “Kita ditantang untuk berinovasi dalam mencari sumber pendanaan baru,” tuturnya.
Meski tantangan berat di depan mata, Bappeda optimistis Kutim tetap bisa melangkah maju. “Yang terpenting adalah komitmen semua pihak untuk tetap fokus membangun,” pungkasnya.(ADV)
Editor: Ikbal Nurkarim





