• Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
16MarGMT+0700
  • Login
Portal Berau
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
No Result
View All Result
Portal Berau
No Result
View All Result

Dinas Pangan Usulkan 31 Kampung Tambahan sebagai Penerima MBG di Berau

admin by admin
in Berau
0

Teks foto: Kepala Dinas Panga Berau, Rakhmadi Pasarakan. (Wahyudi)

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menyasar Kabupaten Berau.

Namun, dari hasil pendataan awal pemerintah pusat, hanya 13 kampung yang ditetapkan sebagai wilayah terpencil penerima program tersebut.

Dinas Pangan Kabupaten Berau menilai data tersebut belum mewakili kondisi faktual di lapangan.

Karena itu, Berau mengusulkan tambahan 31 kampung agar juga mendapat perhatian dalam program ini.

Dalam kesempatannya, Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengungkapkan bahwa penetapan BGN masih perlu disesuaikan dengan kondisi geografis Kabupaten Berau yang memiliki banyak kampung dengan akses sulit, terpencar, dan jauh dari pusat distribusi pangan.

“Menurut kami masih kurang lengkap. Karena itu kami usulkan kembali 31 kampung lain di delapan kecamatan agar juga bisa masuk dalam daftar penerima Makan Bergizi Gratis,” ungkapnya.

Menurutnya, pendataan awal didasarkan pada SK Badan Gizi Nasional yang mencantumkan 13 kampung sebagai wilayah terpencil, terdiri dari 12 kampung di Kecamatan Kelay dan beberapa kampung di Kecamatan Pulau Maratua.

Namun, kata dia, setelah dilakukan uji petik bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) di Maratua, terdapat banyak wilayah lain yang seharusnya memenuhi kategori terpencil.

Ia menyebut, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) pelaksanaan MBG, setiap wilayah terpencil harus memiliki dapur Satuan Pelaksana Pangan Gizi (SPPG) sebagai tempat produksi dan distribusi makanan bergizi.

“Misalnya di Long Lamcin, penerimanya hanya sekitar 20 orang. Jadi dapurnya harus berada di kampung itu, karena maksimal jarak penerima manfaat dari dapur hanya 30 menit,” terangnya.

Dirinya menuturkan Untuk wilayah dengan kampung berdekatan, dapur dapat digabung, seperti, Kampung Sidobangan dengan Long Gie dan Kampung Mapulu dengan Panaan.

Namun, sebagian besar kampung tetap harus memiliki dapur sendiri karena jarak antarwilayah sangat jauh.

Di Kecamatan Kelay, dari total 14 kampung, 12 kampung akan memiliki dapur MBG sendiri, agar distribusi makanan tidak terkendala akses.

Program MBG juga diarahkan untuk memanfaatkan pangan lokal yang tersedia di kampung. Hal ini disebut dapat sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga sebagai penyedia bahan baku untuk SPPG.

“Kalau jumlah penerimanya sedikit, kebutuhan pangan juga sedikit. Tapi dari situ masyarakat dapat melihat peluang untuk menjadi pemasok,” ujarnya.

Di Kecamatan Maratua, perkembangan budidaya sayuran hidroponik dinilai cukup baik dan berpotensi menjadi sumber pangan lokal ke depan.

“Hampir semua kampung di Maratua sudah memiliki hidroponik. Kami lihat perkembangannya bagus dan bisa terus ditingkatkan,” ucapnya

Meski begitu, ia mengakui bahwa biaya satu porsi makan di wilayah terpencil kemungkinan lebih tinggi dibandingkan di perkotaan. Harga rata-rata MBG di kota sekitar Rp 15 ribu per porsi, namun untuk daerah terpencil masih menunggu penetapan pagu anggaran khusus.

Yang terpenting, tegasnya, standar gizi tetap harus dipenuhi tanpa merugikan pihak pelaksana. Dengan adanya usulan tambahan 31 kampung, maka total kampung yang diharapkan menerima program MBG menjadi 44 kampung.

“Harapan kami, tidak ada kampung yang tertinggal dalam pemenuhan gizi hanya karena akses yang sulit,” kuncinya. (*/)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim

Tags: BerauDinas panganKampungMBG
Previous Post

Gelar Produk UMKM di Tepian Ahmad Yani: Berau Siapkan Pelaku Usaha Masuk Pasar Ekspor

Next Post

DPRD Berau Dalami Strategi Peningkatan PAD ke Kabupaten Sleman

admin

admin

Next Post

DPRD Berau Dalami Strategi Peningkatan PAD ke Kabupaten Sleman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Halal Bihalal ASN Berau, Bupati Tekankan Soliditas dan Peningkatan Kinerja

Halal Bihalal ASN Berau, Bupati Tekankan Soliditas dan Peningkatan Kinerja

by admin
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU- Pemkab Berau menggelar kegiatan Halal Bihalal bersama aparatur sipil negara (ASN) dalam rangka Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan...

Sempat Serang Anak-anak, Berang-berang di Pulau Derawan diamankan

Sempat Serang Anak-anak, Berang-berang di Pulau Derawan diamankan

by admin
0

PULAU DERAWAN, PORTALBERAU – Insiden serangan berang-berang terhadap anak-anak di kawasan wisata Pulau Derawan sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga...

Apel Perdana Pasca Lebaran, Bupati Berau Sri Juniarsih Tegaskan Disiplin ASN dan Akhiri WFH

Apel Perdana Pasca Lebaran, Bupati Berau Sri Juniarsih Tegaskan Disiplin ASN dan Akhiri WFH

by admin
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU - Pemkab Berau menggelar apel gabungan perdana pasca libur Idulfitri yang menjadi penanda kembalinya aktivitas kerja aparatur...

DPRD Berau Soroti Skema Bantuan ke Kesultanan, Usulkan Alternatif Pendanaan Lewat CSR

DPRD Berau Soroti Skema Bantuan ke Kesultanan, Usulkan Alternatif Pendanaan Lewat CSR

by admin
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU - DPRD Berau menyoroti skema bantuan operasional kepada Kesultanan yang selama ini dinilai belum berjalan efektif. Hal...

Portal Berau

© 2022 Portal Berau

Navigate Site

  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
  • Lainnya
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan

© 2022 Portal Berau

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In