TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Warga Jalan Gatot Subroto Gang Rambai, RT 005 Kelurahan Sei Bedungun, Kecamatan Tanjung Redeb, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang tewas gantung diri, Rabu (1/10/25) pagi.
Korban diketahui bernama Marselinus Yosef (39), warga asal Maumere, Nusa Tenggara Timur, yang selama ini bekerja di Kabupaten Berau. Kejadian tragis tersebut pertama kali dilaporkan oleh Ketua RT setempat kepada pihak kepolisian sekitar pukul 08.45 Wita.
Kapolsek Tanjung Redeb, AKP Yurizca Musiardhillah, membenarkan adanya peristiwa itu. Ia mengatakan korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan posisi tergantung di dalam kamar kontrakan.
“Betul, kami menerima laporan dari Ketua RT 05 bahwa ada seorang pria ditemukan gantung diri. Saat tim mendatangi lokasi, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi leher terikat tali nilon warna biru,” ungkapnya, Rabu (1/10/25).
Dari keterangan sejumlah saksi, peristiwa ini bermula ketika Harma, tetangga korban, sempat mendengar suara pukulan di dinding rumah sekitar pukul 01.00 Wita. Namun ia tidak menaruh curiga dan kembali beristirahat.
Pagi harinya, rekan kerja korban, Antonius Yanto, datang menjemput untuk berangkat kerja. Namun, panggilannya tidak dijawab. Yanto lalu meminta Thomas, salah satu rekannya, masuk melalui ventilasi rumah untuk membuka pintu. Setelah masuk ke kamar, keduanya terkejut melihat korban dalam kondisi tergantung.
“Sekitar pukul 09.50 Wita, jenazah korban dievakuasi ke RSUD dr. Abdul Rivai untuk dilakukan visum. Hasil pemeriksaan medis menyebutkan tidak ada tanda kekerasan lain, selain bekas jeratan tali di leher,” jelasnya.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa seutas tali nilon berwarna biru, baju kaos hitam bercorak putih, dan celana pendek kotak-kotak yang dikenakan korban.
Pihak keluarga korban yang berada di Berau telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi, dan menerima kematian korban sebagai murni akibat gantung diri.
“Keluarga sudah membuat berita acara penolakan autopsi, sehingga proses pengurusan jenazah diserahkan sepenuhnya kepada kerabat yang ada di Berau,” katanya.
Sementara itu, jenazah korban rencananya dimakamkan siang ini di TPU Jalan Perjuangan, Singkuang, Kecamatan Tanjung Redeb melalui bantuan yayasan rumah singgah.
AKP Yurizca juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi berlebihan terkait penyebab korban mengakhiri hidupnya, sebab hingga kini motif pasti belum diketahui. Menurut keterangan rekan-rekannya, korban termasuk pribadi aktif dan tidak pernah bercerita mengenai masalah pribadi.
“Namun demikian, kasus ini tetap ditangani Satreskrim Polres Berau bersama Unit Reskrim Polsek Tanjung Redeb,” kuncinya. (*/)
Penulis: Muhammad Izzatullah
Editor: Dedy Warseto





