TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Setelah hampir dua hari dilakukan pencarian intensif, tim gabungan akhirnya menemukan jasad Riski (13), bocah yang dilaporkan tenggelam di Sungai Kelay, Kelurahan Karang Ambun, Kecamatan Tanjung Redeb.
Korban ditemukan pada Jumat (29/8/2025) sekitar pukul 15.20 WITA di perairan Kampung Sukan Tengah, Kecamatan Sambaliung. Lokasi penemuan berjarak kurang lebih 19 kilometer dari titik awal korban dilaporkan hilang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau, Nofian Hidayat, membenarkan penemuan tersebut. Ia menjelaskan, korban ditemukan dalam kondisi mengenakan celana panjang berwarna biru tanpa menggunakan baju.
“Korban ditemukan setelah proses pencarian selama 45 jam 20 menit. Saat dievakuasi, jasadnya langsung dibawa menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ungkap Nofian, Jumat (29/8/2025).
Sebelumnya, Riski dilaporkan hilang sejak Rabu (27/8/2025) sore. Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula ketika korban berenang bersama dua temannya di belakang rumah warga di RT 14 Karang Ambun sekitar pukul 17.00 WITA.
“Dua teman korban sempat naik ke atas kapal yang sudah rusak, sementara korban masih berada di dalam air. Tidak lama kemudian, saksi melihat tangan korban sempat muncul, tetapi mereka tidak menyadari bahwa korban sedang tenggelam,” jelas Nofian.
Sayangnya, kedua teman korban memilih pulang tanpa memberi tahu keluarga. Baru pada Kamis sore (28/8/2025), salah satu teman korban melapor setelah mengembalikan pakaian korban kepada adiknya. Dari situlah keluarga menyadari bahwa Riski tidak pulang sejak sehari sebelumnya.
Setelah laporan diterima, Ketua RT bersama warga langsung berkoordinasi dengan pihak kelurahan, aparat keamanan, serta instansi terkait. Pencarian kemudian dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Berau, Basarnas, TNI, Polri, Polairud, Damkar, PMI, aparat kelurahan, hingga masyarakat sekitar.
Nofian menyebutkan bahwa proses pencarian berlangsung cukup sulit karena arus sungai yang deras dan area pencarian yang luas. Namun, berkat kerja sama berbagai pihak dan dukungan masyarakat, korban akhirnya berhasil ditemukan.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada semua unsur yang terlibat dalam pencarian, mulai dari tim gabungan hingga warga yang ikut membantu. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan menghadapi musibah ini,” ucapnya.