TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) terus memperkuat peran industri rumahan sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat kampung.
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, menyebut bahwa industri rumahan tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.
Usaha ini tumbuh dari kreativitas dan semangat wirausaha masyarakat, terutama ibu rumah tangga, yang memanfaatkan sumber daya di sekitarnya untuk menciptakan produk bernilai ekonomis.
“Industri rumahan adalah bagian dari ekonomi kreatif yang punya peran vital dalam membangun ekonomi lokal. Bahkan dengan modal terbatas, pelaku usaha bisa menghasilkan produk yang punya daya saing,” jelas Eva.
Untuk mendukung hal tersebut, pihaknya rutin memberikan pelatihan teknis, edukasi manajemen usaha, serta pendampingan legalitas usaha.
Eva menekankan pentingnya Nomor Induk Berusaha (NIB), pengemasan produk yang menarik, hingga perlindungan merek sebagai langkah awal menuju pasar yang lebih luas.
“Ketika pelaku usaha sudah memiliki legalitas dan kemasan yang baik, peluang mereka menembus pasar di luar daerah bahkan ekspor akan terbuka lebar,” tambahnya.
Salah satu contoh perkembangan industri rumahan yang menonjol berada di Kampung Teluk Alulu, Kecamatan Maratua.
Kepala Kampung Teluk Alulu, Noraliansyah, mengungkapkan bahwa sebagian besar pelaku usaha di wilayahnya merupakan ibu-ibu rumah tangga yang aktif dalam kegiatan produksi makanan skala kecil.
“Mereka mengolah makanan rumahan yang kemudian dipasarkan melalui kios-kios lokal. Aktivitas ini sangat membantu menambah penghasilan keluarga,” tuturnya.
Meski kontribusi terhadap Pendapatan Asli Kampung (PAK) masih belum signifikan, ia menyebut bahwa para pelaku usaha terus mendapat dukungan dari pemerintah berupa pelatihan dan pendampingan.
“Ke depan, kami berharap industri rumahan ini tidak hanya menguatkan ekonomi keluarga, tapi juga menjadi salah satu sumber pendapatan kampung secara resmi,” pungkas Noraliansyah. (ADV)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim