• Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
16MarGMT+0700
  • Login
Portal Berau
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
No Result
View All Result
Portal Berau
No Result
View All Result

Batasi Kunjungan ke Pulau Kakaban dan Kembalikan Jadi Wilayah Konservasi

admin by admin
in Berau
0
Batasi Kunjungan ke Pulau Kakaban dan Kembalikan Jadi Wilayah Konservasi

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU- Fenomena Ubur-ubur langka tanpa sengat yang berada di Danau Laguna Pulau Kakaban yang menghilang menyebabkan pemerintah daerah menutup sementara wisata andalannya tersebut. Hal tersebut mendapat apresiasi Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur, HM Irvan Rivai.

“Langkah yang diambil Pemkab Berau ini sudaj benar. Ini kesempatan untuk melakukan upaya pencegahan sementara,” ungkap Irvan.

Lanjutnya, memang kunjungan wisatawan pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang lalu begitu tinggi. Antusias masyarakat berlibur memang dinilai cukup tinggi. Bahkan, dirinya juga termasuk yang menikmati libur nataru di Pulau Maratua.

“Saya juga mengetahui penentuan itu, kebetulan saya juga akhir tahun kemarin di Maratua, dan memang wisatawan melimpah,” tuturnya.

Dirinya juga menyebut bahwa Pulau Kakaban pada awalnya memang merupakan wilayah konservasi. Pada hari-hari biasa, dimana kunjungan wisatawan berada pada level normal, maka kerap ditemui ubur-ubur disana.

Ketika musim libur, Irvan yang kala itu juga berada di Pulau Kakaban melihat bahwa antusia tinggi. Bahkan, saking padatnya, Pulau Kakaban terlihat seperti kolam renang umum. Disatu sisi, Irvan menilai ini sebagai hal positif terkait kunjungan wisatawan. Namun, dilain sisi, pembatasan memang sudah seharusnya diterapkan untuk mengontrol datangnya wisatawan.

“Memang penuh sekali, seperti kolam renang. Keputusan pemerintah daerah sudah bagus dengan cara menutup sementara,” katanya.

Irvan mengatakan, kedepan akan lebih baik pemerintah daerah bisa memetakan, di Pulau Kakaban untuk membagi wilayah yang bisa dikunjungi wisatawan ataupun yang tidak. Sehingga, kunjungan bisa lebih terkendali dan terpantau.

“Pemetaan yang baikdiperlukan dan bisa mengendalikan kunjungan. Misal perhari berapa wisatawan yang bisa berkunjung. Ini sebagai upaya pemulihan,” ucapnya.

Irvan berharap, permasalahan ini berlarut dan segera menemui titik terang. Dinas Pariwisata Kalimantan Timur sendiri hingga kini belum memutuskan untik bertindak lebih lanjut. Namun, penutupan sementara yang dilakukan sudah cukup baik. Kedepan, dirinya mendorong pengetatan kunjungan mengingat Pulau Kakaban merupakan wilayah konservasi.

“Ya kita kembalikan sebagai wilayah konservasi,” tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir, mengungkapkan, bahwa ditutupnya lokasi wisata tersebut lantaran pihaknya mendorong dilakukan penelitian lebih lanjut terkait fenomena yang terjadi di dalam danau tersebut. Sehingga area tersebut perlu disterilkan.

“Harus kita sterilkan dulu. Untuk diteliti, kami tidak ingin jika ada wisatawan akan mempengaruhi hasil kajian,” sebutnya.

Selain itu, untuk mendukung penelitian tersebut, pihaknya bakal melibatkan peneliti dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), tim bakal terjun langsung ke Danau Kakaban, untuk mengambil sampel air dan ubur-ubur untuk jalani uji laboratorium.

“Ini upaya kita mengembalikan seperti sebelumnya. Mengingat ubur-ubur ciri khas kita dan langka,” pungkasnya. (Yud/Ded)

Previous Post

Kolaborasi dengan Bandara Kalimarau, Pemkab Berau Persiapan Diri Sambut Pesawat Kargo

Next Post

DLHK Wajibkan Pegawainya Jadi Nasabah Bank Sampah 

admin

admin

Next Post
DLHK Wajibkan Pegawainya Jadi Nasabah Bank Sampah 

DLHK Wajibkan Pegawainya Jadi Nasabah Bank Sampah 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Waris Sebut Strategi Promosi Perlu Dibenahi untuk Pengembangan Produk Unggulan Kampung

Waris Sebut Strategi Promosi Perlu Dibenahi untuk Pengembangan Produk Unggulan Kampung

by admin
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU- Anggota DPRD Berau, Abdul Waris, meminta Pemerintah Kabupaten Berau untuk meningkatkan strategi promosi dan pemasaran produk unggulan...

Wanti-wanti Dampak PHK Tambang, Minta Ekonomi Daerah Segera Didiversifikasi

Wanti-wanti Dampak PHK Tambang, Minta Ekonomi Daerah Segera Didiversifikasi

by admin
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU - Isu potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor pertambangan mulai mendapat perhatian serius dari DPRD Berau....

Ketergantungan Pasokan dari Luar Terungkap, DPRD Berau Soroti Lemahnya Produksi Telur Lokal

Ketergantungan Pasokan dari Luar Terungkap, DPRD Berau Soroti Lemahnya Produksi Telur Lokal

by admin
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU- Keterbatasan produksi telur di Kabupaten Berau kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi II DPRD Berau, Sri Kumalasari, mengungkapkan...

Asyik Berenang, Bocah 9 Tahun Terluka Dihantam Kayu Gelondongan yang Terbawa Ombak

Asyik Berenang, Bocah 9 Tahun Terluka Dihantam Kayu Gelondongan yang Terbawa Ombak

by admin
0

BIDUK-BIDUK,PORTALBERAU- Perjalanan wisata yang semestinya membawa keceriaan justru berubah menjadi peristiwa memilukan bagi seorang anak berusia 9 tahun berinisial SNA,...

Portal Berau

© 2022 Portal Berau

Navigate Site

  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
  • Lainnya
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan

© 2022 Portal Berau

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In